Jakarta, CoreNews.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menegaskan calon presiden tidak harus berasal dari kader partai politik. Menurutnya, publik dapat menilai kelayakan kandidat dari rekam jejak, pendidikan, dan pengalaman.
Pernyataan itu disampaikan merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendorong pencalonan pejabat publik melalui kaderisasi partai. “Publik seharusnya bisa melihat kapasitas kandidat dari rekam jejak,” ujar Ganjar, Kamis (23/4/2026).
Ia mengakui kaderisasi penting karena partai berfungsi sebagai sumber rekrutmen pemimpin. Namun, aturan tersebut tidak bisa diterapkan mutlak, terutama untuk capres yang bisa berasal dari luar partai.
Ganjar juga menyoroti tidak semua partai siap menyiapkan kader terbaik untuk kontestasi nasional. Karena itu, penilaian publik tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kandidat.
Ia menambahkan Undang-Undang Partai Politik telah mengatur dana bantuan politik untuk pendidikan dan kaderisasi.












