Jakarta, CoreNews.id – Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menegaskan bahwa pemanfaatan artificial intelligence (AI) semakin penting dalam memperkuat tata kelola keuangan, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian global.
Hal ini disampaikan Benny dalam seminar dan diskusi bertajuk “Future Ready Financial: Navigating Treasury, Payments and Risk in the AI Era 2026” yang digelar bersama FIS Global di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta, Rabu, 29/4/2026.
AI Dorong Transparansi dan Keputusan Strategis
Menurut Benny, AI memiliki kemampuan untuk membantu proses yang selama ini dianggap paling menantang dalam sektor keuangan, yakni transparansi dan pengambilan keputusan.
“AI ini bisa membantu dalam hal yang paling sulit, yaitu dalam proses tata kelola, transparansi, dan pengambilan keputusan,” ujarnya usai acara.
Ia menilai, penerapan AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi organisasi dan korporasi yang ingin memiliki sistem keuangan yang kuat dan sehat. Dengan dukungan teknologi tersebut, perusahaan dapat meningkatkan akurasi analisis sekaligus mempercepat respons terhadap dinamika pasar.
Bangun Kredibilitas dan Daya Saing Global
Benny menambahkan, tata kelola keuangan yang didukung AI akan berdampak langsung pada reputasi dan kredibilitas perusahaan. Hal ini penting untuk meningkatkan posisi tawar dalam berbagai kerja sama, termasuk di tingkat global.
“Pada akhirnya, ini membangun reputasi dan kredibilitas, sekaligus memperkuat posisi dalam kerja sama internasional,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa standar transparansi dan tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Adaptasi di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam kesempatan tersebut, Benny menyoroti bahwa dinamika global yang semakin kompleks membuat aspek keuangan menjadi semakin krusial. Globalisasi menghadirkan tantangan baru, mulai dari volatilitas pasar hingga risiko yang sulit diprediksi.
Karena itu, organisasi dituntut tidak hanya fokus pada ketersediaan dana, tetapi juga pada visibilitas, kontrol keuangan, dan optimalisasi manfaat jangka panjang. AI dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui analisis data yang lebih komprehensif.
Transformasi Peran Fungsi Keuangan
Lebih lanjut, Benny menyebut bahwa fungsi keuangan kini mengalami transformasi signifikan. Jika sebelumnya berfokus pada arus kas masuk dan keluar, kini perannya bergeser menjadi lebih strategis, yakni menjaga kesehatan bisnis secara berkelanjutan.
Seminar bersama FIS Global ini pun dinilai sebagai momentum penting untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman perusahaan dalam menghadapi era AI.
Dengan integrasi teknologi yang tepat, sektor keuangan diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.













