Jakarta, CoreNews.id — Bank Syariah Indonesia (BSI) kini masuk lima besar perbankan nasional dari sisi aset dan laba pada kuartal I 2026. Di sisi aset, hingga kuartal I 2026 total aset dicatat Rp 460 triliun atau tumbuh 14,78 persen secara tahunan. Di sisi laba, hingga Maret 2026, laba BSI dicatat sebesar Rp 2,2 triliun atau naik 17,1 persen secara tahunan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam paparan kinerja kuartal I 2026 BSI, (12/5/2026). Menurut Anggoro, pertumbuhan tersebut ditopang dana pihak ketiga (DPK) yang naik menjadi Rp 377 triliun. Adapun kontributor terbesar berasal dari pertumbuhan tabungan. BSI mencatat tabungan tumbuh 20,18 persen menjadi Rp 160 triliun. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara bank besar nasional.
Menurut Anggoro kembali, pertumbuhan dana murah tersebut ditopang adanya tabungan haji. Hingga kuartal I 2026, jumlah rekening tabungan haji BSI mencapai 7,25 juta rekening dengan dana kelolaan sekitar Rp 15,65 triliun. BSI juga mencatat sekitar 83,5 persen jamaah haji Indonesia tahun ini berangkat melalui BSI.
Sementara itu pada sisi pembiayaan, BSI mencatatkan pertumbuhan 14,39 persen menjadi Rp 329 triliun. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen.*













