Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Nilai Rupiah Berada Di Bawah Wajar, BI Keluarkan Tujuh Strategi

by Irawan Djoko Nugroho
13 Mei 2026 | 15:38
in Ekonomi
Untuk menahan tekanan terhadap rupiah, BI kemudian menyiapkan tujuh strategi utama. Langkah tersebut meliputi penguatan intervensi di pasar valas domestik dan offshore, mendorong aliran modal asing melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, memperkuat likuiditas perbankan, hingga memperketat pembelian dolar AS tanpa underlying.

Bank Indonesia. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Pelemahan rupiah yang terjadi tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat. Pada kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan, inflasi tetap rendah, pertumbuhan kredit solid, serta cadangan devisa masih kuat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta (12/5/2025). Penjelasan Perry tersebut disampaikan menanggapi nilai tukar rupiah yang terus berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (13/5/2026) pukul 11.39 WIB, rupiah spot berada di level Rp 17.501 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat tipis 0,16% dibanding sehari sebelumnya. Namun sehari sebelumnya, Selasa (12/5/2026), rupiah sempat menyentuh level penutupan terlemah sepanjang sejarah di posisi Rp 17.529 per dolar AS. Secara year to date, rupiah telah melemah 4,93% dari posisi awal tahun di level Rp 16.680 per dolar AS.

Untuk menahan tekanan terhadap rupiah, BI kemudian menyiapkan tujuh strategi utama. Langkah tersebut meliputi penguatan intervensi di pasar valas domestik dan offshore, mendorong aliran modal asing melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, memperkuat likuiditas perbankan, hingga memperketat pembelian dolar AS tanpa underlying.

BI juga memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional serta meningkatkan pengawasan terhadap pembelian valas oleh perbankan dan korporasi. Di tengah tekanan tersebut, BI mencatat aliran modal asing ke pasar SBN dan SRBI sepanjang April 2026 mencapai Rp 61,6 triliun dan memperkirakan tekanan musiman terhadap rupiah akan mulai mereda.*

READ  BI Keluarkan Jurus Pengetatan Underlying Pembelian Dolar Guna Jaga Rupiah dan Redam Spekulasi
Tags: Bank IndonesiaBIGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Previous Post

Zulhas Minta Bulog Lepas Cadangan Jagung Bersubsidi untuk Peternak Telur

Next Post

Pengamat: Utang Negara Tak Bisa Dikaitkan Hanya dengan Program MBG

Next Post
Pengamat: Utang Negara Tak Bisa Dikaitkan Hanya dengan Program MBG

Pengamat: Utang Negara Tak Bisa Dikaitkan Hanya dengan Program MBG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

bfgoodrich-perkuat-ban-on-road-buatan-indonesia

BFGoodrich Perkuat Ban On-Road Buatan Indonesia

25 September 2026 | 21:00
cimegra-tiga-tahun-dukung-petani-bawang-merah

Cimegra Tiga Tahun Dukung Petani Bawang Merah

25 September 2026 | 18:00
Pameran Inacraft 2023 Siap Digelar 4-8 Oktober di JCC

Pameran Inacraft 2023 Siap Digelar 4-8 Oktober di JCC

2 Oktober 2023 | 12:08
Cara Menanam Mangga yang Benar agar Berbuah Banyak

Cara Menanam Mangga yang Benar agar Berbuah Banyak

17 Mei 2024 | 21:26
Menurut Destry, untuk mengurai permasalahan tersebut, BI akan memberikan disinsentif dalam bentuk GWM (Giro Wajib Minimum) pada bank tersebut. Sementara bank-bank lain yang kepemilikan SSB-nya relatif di bawah, di mana BI menempatkan di 19 persen dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) mereka, maka BI akan memberikan insentif, yaitu penurunan GWM.

BI Akan Terapkan Giro Wajib Minimum

25 September 2026 | 12:59
iis 2025

IIS 2025 Siap Digelar, Dorong Kolaborasi Menuju Industri Asuransi Berkelanjutan

9 Mei 2025 | 10:56
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved