Jakarta, CoreNews.id – Google Cloud memperluas kolaborasinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), dan Startup and Innovation Hub Ho Chi Minh City (SIHUB) untuk membentuk koridor inovasi startup AI yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Silicon Valley.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui peluncuran Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, sebuah program akselerasi lintas negara yang dirancang untuk membantu startup mengembangkan dan mengomersialisasikan produk berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya teknologi AI agentik.
Dorong Startup AI Asia Tenggara Menembus Pasar Global
Program ini diumumkan dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik. Melalui dukungan engineering, akses teknologi AI terbaru, serta kemitraan go-to-market bersama Google Cloud, startup peserta diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas jangkauan ke pasar internasional.
Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, 6/3/2026, mengatakan program tersebut akan mendukung startup tahap Seed hingga Series B dari enam negara di Asia Tenggara.
Menurut dia, kemitraan antara sektor publik dan swasta menjadi kunci untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat terpercaya bagi solusi AI yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi kawasan.
Startup Indonesia Dapat Akses Silicon Valley
Salah satu keunggulan program ini adalah kesempatan bagi startup untuk mengikuti residensi teknis langsung di California, Amerika Serikat, termasuk di kampus Google di Mountain View dan San Francisco. Para founder juga akan terhubung dengan jaringan modal ventura di Sand Hill Road dan Palo Alto.
Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan kolaborasi dengan Komdigi akan membuka akses yang lebih luas bagi startup Indonesia terhadap sumber daya kelas dunia dan pusat teknologi global.
Ia mencontohkan sejumlah startup Indonesia seperti Analitica, DayaTani, dan Nexmedis yang telah memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung sektor pendidikan, pertanian, dan kesehatan.
Fasilitas AI dan Cloud Credits Hingga Rp5,7 Miliar
Google Cloud juga menyediakan berbagai dukungan strategis bagi startup terpilih, termasuk akses ke teknologi full-stack AI, mentorship dari tim Google DeepMind, hingga cloud credits senilai maksimal 350.000 dollar AS atau sekitar Rp5,7 miliar.
Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh akses awal ke model AI generasi terbaru Google, mengikuti bootcamp teknis, serta mempresentasikan produk mereka kepada investor global dalam demo day dan startup summit di Singapura.
Pendaftaran untuk 25 startup pertama dalam program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia telah dibuka. Program berlangsung selama tiga bulan tanpa pengambilan ekuitas dan dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026.













