Jakarta, CoreNews.id – Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2026 dengan tema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster” di Jakarta, Senin (9/6). Forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, ekonom, dan praktisi industri untuk membahas strategi meningkatkan daya saing korporasi di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang semakin cepat.
Acara tersebut mengangkat tantangan yang kini dihadapi banyak perusahaan, yakni menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan efisiensi biaya, produktivitas, serta kecepatan operasional. Di kawasan Asia Tenggara, inovasi masih menjadi motor utama pertumbuhan, namun optimalisasi biaya juga menjadi prioritas utama perusahaan pada 2026.
Produktivitas Jadi Kunci Pertumbuhan
Ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan periode 2013-2014, M. Chatib Basri, menilai perusahaan tidak lagi dapat mengandalkan faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal rendah dan tenaga kerja murah.
Menurut Chatib, pertumbuhan bisnis ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan usaha agar tetap adaptif menghadapi perubahan global.
“Perusahaan harus mampu menjaga momentum pertumbuhan melalui efisiensi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya dalam sesi keynote.
Adopsi AI Harus Tetap Libatkan Manusia
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan bahwa keberhasilan implementasi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
Ia menegaskan pentingnya menentukan kebutuhan bisnis yang benar-benar memerlukan AI, memilih waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
“Humans in the loop tetap diperlukan agar AI dapat mendukung pengambilan keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam memahami konteks dan menilai dampaknya,” kata Stella.
Grab For Business Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan peluang pertumbuhan masih terbuka luas, namun perusahaan perlu menerapkan strategi yang lebih cerdas dalam menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya.
Melalui Grab For Business, Grab menawarkan solusi pengelolaan operasional perusahaan, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan dinas, layanan makanan bisnis, hingga pengantaran. Platform ini diklaim mampu meningkatkan visibilitas, kontrol, dan otomatisasi proses bisnis.
Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business berpotensi menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Selain itu, Grab juga memperkuat komitmen keberlanjutan dengan mengoperasikan lebih dari 14.000 kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan peningkatan armada hingga tiga kali lipat pada akhir 2026.













