Jakarta, CoreNews.id – Menjelang musim wisuda 2026, perusahaan didorong untuk merancang program magang yang lebih adil, relevan, dan kompetitif guna menarik talenta muda terbaik. Hal itu terungkap dalam Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 yang dirilis Jobstreet by SEEK.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir, tetapi juga menjadi strategi penting dalam membangun pipeline talenta untuk kebutuhan bisnis jangka panjang.
Magang Harus Tetap Berorientasi Pembelajaran
Jobstreet by SEEK menyoroti temuan bahwa 21 persen perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan alasan utama untuk menghemat biaya pegawai. Menurut perusahaan, pendekatan serupa perlu dihindari dalam penyusunan program magang agar tidak menggeser tujuan utama magang sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi.
Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, mengatakan program magang seharusnya menjadi jembatan transisi yang membantu mahasiswa memahami lingkungan kerja profesional sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Magang tidak seharusnya bergeser dari fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah,” ujar Sawitri, 9/6/2026.
Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah terkait jam kerja, beban kerja, durasi program, serta ketentuan kompensasi yang berlaku.
Kompensasi Layak Dukung Inklusivitas
Temuan lain menunjukkan bahwa 47 persen perusahaan telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai salah satu manfaat utama bagi pekerja muda. Namun, Jobstreet by SEEK menilai langkah tersebut perlu disertai kompensasi finansial yang layak agar peserta magang memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Laporan yang sama juga mencatat sebanyak 56 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi inisiatif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Untuk memperkuat komitmen tersebut, perusahaan disarankan membuka akses magang bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi dan menghilangkan hambatan finansial yang berpotensi membatasi kesempatan.
Menurut Jobstreet by SEEK, program magang berbayar dapat memperluas talent pool, meningkatkan keterikatan peserta, serta memperkuat reputasi perusahaan sebagai employer of choice. Karena itu, magang yang menyeimbangkan pembelajaran, kepatuhan, dan kompensasi layak dinilai sebagai investasi strategis untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan berdaya saing di masa depan.













