Jakarta, CoreNews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi terhadap 27.820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar operasional. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pemantauan terhadap dapur MBG selama ini telah dilakukan secara berkala dan menemukan sejumlah dapur yang belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
“Teman-teman di BGN sebenarnya selama ini sudah banyak memantau. Bahkan mungkin sudah ramai juga di media sosial, banyak dapur-dapur yang kurang sesuai dengan standar,” kata Agustina dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, BGN akan menilai setiap SPPG secara bertahap guna memastikan kelayakan operasional dan kualitas layanan. “Itu nanti kami akan evaluasi semua. Kalau yang benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk beroperasi, bisa kita alihkan ke SPPG terdekat yang memang lebih berkualitas,” ujarnya.
Agustina menegaskan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama dalam proses evaluasi. Karena itu, setiap keputusan akan mempertimbangkan ketersediaan pasokan makanan dan jangkauan distribusi. Ia mengakui proses evaluasi membutuhkan waktu karena harus dilakukan satu per satu terhadap puluhan ribu SPPG.













