Depok, CoreNews.id — Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) ini bertempat di Gedung Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta, Kampus PNJ Depok.
Mengangkat tema “Inovasi Produk Tabungan Berhadiah pada Perekonomian Bank Rakyat Syariah (BPRS)”, program ini merupakan kolaborasi strategis antara akademisi PNJ dan institusi keuangan syariah, BPRS Albarokah. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pegawai BPRS pada sektor perbankan syariah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta, Bambang Waluyo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan PkM ini merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada dunia industri dan masyarakat.
“Kami di Jurusan Akuntansi PNJ berkomitmen untuk terus mendukung program-program pengabdian yang menjembatani teori akademis dengan kebutuhan riil industri keuangan. Sinergi dengan BPRS Albarokah ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan solusi konkret, khususnya dalam memperkuat literasi dan inovasi produk keuangan syariah di masyarakat,” ujar Ketua Jurusan Akuntansi PNJ.
Dilanjutkan sambutan oleh Direktur BPRS Albarokah, Muhammad Ilham menyampaikan rasa terima kasihnya dan menyambut dengan antusias sinergi yang telah dilakukan kedua belah pihak. “Kehadiran para akademisi sangat membantu kami dalam inovasi. Sebagaimana dunia perbankan yang terus menuntut untuk berinovasi,” ungkapnya. “Dengan pelatihan ini, nasabah akan mendapat nilai tambah. Sementara BPRS akan terus tumbuh dalam keuangan syariah. Semoga sinergi ini membawa keberkahan dan kemajuan,” tutupnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar dan salah satunya sebagai dosen dari PNJ sebagai narasumber utama, yaitu Ahmad Yani dan Dede Abdul Fatah. Keduanya membedah potensi besar produk tabungan inovatif dalam memikat nasabah sekaligus memperkuat modal lembaga keuangan.
Dalam sesi pemaparannya, Dede Abdul Fatah menyoroti pentingnya fleksibilitas perbankan syariah dalam merespons kebutuhan pasar. Menurutnya, program tabungan berhadiah merupakan strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan merangsang minat menabung masyarakat.
“Inovasi produk yang memberikan nilai tambah berupa hadiah tidak hanya menarik nasabah baru, tetapi juga mempertahankan nasabah lama. Likuiditas yang kuat dari sektor tabungan ini nantinya akan dialirkan kembali untuk membiayai sektor produktif seperti UMKM melalui BPRS Albarokah,” ujar Dede.
Sementara itu, Ahmad Yani menitikberatkan pembahasannya pada aspek kepatuhan syariah dan literasi keuangan. Ia mengingatkan bahwa setiap inovasi produk yang dilahirkan harus tetap memegang teguh prinsip-prinsip syariah yang adil, transparan, dan bebas riba.
“Edukasi produk harus berjalan beriringan dengan inovasi. Dengan menyajikan produk tabungan berhadiah yang dikemas menarik namun tetap berbasis syariat, BPRS Albarokah dapat menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan yang inklusif,” jelas Yani.
Pihak manajemen BPRS Albarokah menyambut positif sinergi yang terjalin di Jurusan Akuntansi PNJ ini. Implementasi dari gagasan inovasi produk ini diharapkan dapat segera direalisasikan untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen berkelanjutan dari civitas akademika Politeknik Negeri Jakarta dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya memberikan kontribusi keilmuan yang berdampak langsung pada kemajuan industri keuangan syariah di Indonesia.*












