Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah tengah mengkaji skema pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan desil 9 dan 10. Kebijakan tersebut disiapkan untuk memastikan subsidi energi lebih tepat sasaran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih membahas mekanisme agar masyarakat mampu tidak lagi menikmati subsidi Pertalite. Pembahasan tersebut mencakup kemungkinan pembatasan berdasarkan data kesejahteraan maupun karakteristik kendaraan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyebut pemerintah sedang mengkaji mekanisme teknis untuk membatasi akses subsidi bagi kelompok desil 9 dan 10. Namun, kebijakan tersebut belum diterapkan saat ini dan masih dalam tahap pengkajian.
Jika nantinya diterapkan, masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan tertinggi berpotensi harus menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.
Cara Mengecek Desil DTSEN
Masyarakat dapat mengecek status desil kesejahteraan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Pengguna cukup memasukkan NIK sesuai KTP dan kode verifikasi, kemudian memilih menu pencarian data. Sistem akan menampilkan informasi berdasarkan data DTSEN yang tersedia.
DTSEN membagi keluarga ke dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Desil 9 dan 10 masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga, sehingga secara keseluruhan mewakili sekitar 20 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Data DTSEN bersifat dinamis dan dapat diperbarui apabila kondisi masyarakat tidak sesuai dengan data yang tercatat.












