Washington, CoreNews.id — Sebanyak 81 pesawat militer Amerika Serikat (AS) rusak atau hancur sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Pesawat yang rusak atau hancur tersebut diantaranya 12 jet tempur F-15E, 2 pesawat A-10 Thunderbolt, 7 pesawat tanker KC-135, 1 pesawat peringatan dini E-3 Sentry, 1 drone pengintai MQ-4C Triton dan 45 drone MQ-9 Reaper.
Hal tersebut berdasar laporan yang dirilis Layanan Penelitian Kongresional (CRS) dilaporkan CGTN pada Senin (6/10/2026). Laporan tersebut berdasar data hasil kompilasi dari berbagai laporan terbaru, Departemen Pertahanan AS, CENTCOM, dan Inspektorat Jenderal Pentagon.
Kongres AS pada saat ini tengah mempertimbangkan apakah akan menyetujui permintaan pendanaan untuk perbaikan atau pergantian pesawat-pesawat itu. Kongres AS juga terus menggunakan data untuk mengasesmen ancaman yang dihadirkan oleh situasi perang dan kekuatan persenjataan musuh, juga apakah penyesuaian diperlukan terhadap perlengkapan AS, taktik, atau postur pengerahan pangkalan. Kantor Anggaran Kongres AS secara terpisah dalam sebuah laporan memperkirakan, bahwa Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan sekitar 38 miliar dolar AS selama 5 bulan perang Iran hingga 1 Agustus 2026.*













