Jakarta, CoreNews.id – Pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi pendiri BNI, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, perlu didukung bukti sejarah, artefak, dan dokumen yang valid. Kajian tersebut penting untuk memastikan kontribusinya terhadap kedaulatan moneter dan ekonomi kerakyatan.
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ibnu Qizam, menegaskan pentingnya penelusuran rekam jejak dan validasi riset sebelum pengusulan ditetapkan.
“Perlu segera ditindaklanjuti mengenai bagaimana peran beliau dalam membangun kedaulatan moneter, termasuk yang berkaitan dengan Bank Indonesia maupun BNI,” ujar Ibnu dalam kolokium riset di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Peneliti sejarah dan arkeologi Titik Nurhayati menyebut Margono berperan dalam pengembangan perkreditan rakyat dan pendirian BNI melalui gerakan sosial-ekonomi yang melibatkan pedagang serta tokoh masyarakat.
“Gagasan dan keteladanan ekonomi kerakyatan yang diletakkan oleh R.M. Margono sudah memenuhi kriteria kuat untuk mendapatkan apresiasi negara,” kata Titik.
Ia juga mendorong BNI menghidupkan kembali nilai perjuangan pendirinya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih berpihak pada kepentingan publik.













