Kontingen Indonesia mengoleksi 73 medali dan finis di peringkat kedelapan Asian Para Games 2026. Prestasi ini melampaui target pemerintah dan menjadi modal menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Jakarta, CoreNews.id — Kontingen Indonesia berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Hasil tersebut lebih dari dua kali lipat target awal pemerintah yang menetapkan tujuh medali emas.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi kedelapan klasemen akhir kompetisi olahraga atlet penyandang disabilitas tingkat Asia tersebut.
Boccia Sumbang Empat Medali Emas
Cabang olahraga boccia menjadi salah satu penyumbang utama prestasi Indonesia dengan raihan empat medali emas. Sementara itu, para atletik menyumbangkan tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu, sehingga menjadi cabang dengan perolehan medali terbanyak.
Para renang juga menyumbang tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Adapun para bulu tangkis meraih tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu.
Medali emas terakhir Indonesia datang dari nomor beregu campuran BC1/BC2 cabang boccia. Tim yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada hari terakhir pertandingan.
Pembinaan Atlet Jadi Evaluasi
Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, 26/10/2026, mengapresiasi kerja sama atlet, pelatih, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, dan seluruh pihak pendukung.
“Meski melampaui target, Indonesia masih perlu memperkuat persiapan atlet,” katanya dikutip dari pemberitaan sejumlah media nasional. Reda menyoroti kondisi fisik sebagai salah satu aspek yang perlu ditingkatkan, terutama bagi atlet yang belum memperoleh medali emas.
Ke depan, Indonesia akan mempersiapkan diri menghadapi ASEAN Para Games 2027 di Malaysia dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Evaluasi serta pembinaan berkelanjutan diharapkan membantu atlet meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.













