CoreNews.id – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencetak sejarah setelah finis di posisi kedua pada balapan utama Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaik pembalap Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Moto3.
Pembalap Honda Team Asia tersebut mengawali balapan dari posisi kedelapan. Namun, Veda mampu menunjukkan performa kompetitif dengan menyalip sejumlah pembalap hingga masuk dalam persaingan perebutan podium. Ia akhirnya finis dengan selisih waktu 3,734 detik dari Maximo Quiles yang keluar sebagai juara, sementara posisi ketiga ditempati Alvaro Carpe.
Persaingan menuju podium berlangsung ketat selama 15 lap. Veda harus menghadapi tekanan dari sejumlah pembalap, termasuk Alvaro Carpe, David Almansa, dan pembalap tuan rumah Hakim Danish. Meski sempat kehilangan posisi kedua, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu berhasil memanfaatkan peluang pada lap terakhir untuk mengamankan posisi runner-up.
Tambahan 20 poin dari hasil tersebut mengangkat Veda ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 131 poin. Capaian ini sekaligus melampaui hasil terbaik sebelumnya, yakni finis ketiga pada Moto3 Brasil, Maret 2026.
Prestasi di Sepang juga menjadi momentum kebangkitan Veda setelah sebelumnya meraih pole position Moto3 Australia 2026, tetapi gagal menjalani balapan utama akibat cuaca buruk yang menyebabkan perlombaan dibatalkan. Hasil di Malaysia menjadi bukti perkembangan kompetitif Veda dalam musim debutnya di kejuaraan dunia.
Keberhasilan Veda meraih podium kedua menjadi catatan penting bagi perkembangan pembalap Indonesia di level internasional. Dengan usia yang masih 17 tahun, pencapaian tersebut membuka peluang bagi Veda untuk terus bersaing dan memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi balap motor dunia.












