Jakarta, CoreNews.id — KFC, McDonald’s, Pizza Hut, Starbucks, dan Unilever yang dicatat mengalami penurunan penjualan secara signifikan akibat boikot, ternyata membuka peluang besar bagi merek-merek lokal. Boikot yang dilakukan karena diduga memiliki hubungan dengan Israel tersebut, menjadikan merek lokal di Indonesia dan Malaysia menjadi berkembang pesat.
Salah satu contoh keberhasilan tersebut adalah Almaz Fried Chicken. Merek yang dikenal sebagai “Ayam Goreng Saudi” ini, dalam beberapa bulan saja telah membuka 37 gerai di Indonesia, mayoritas di wilayah Jabodetabek dan beberapa lainnya di Sumatera. Menurut CEO Almaz Fried Chicken Okta Wirawan sebagaimana dikutip dari Nikkei Asia (1/1/2025), pihaknya berencana membuka 10 gerai tambahan hingga akhir tahun. Pihaknya juga berhasil menarik konsumen yang sebelumnya memilih produk merek Barat.
Tren boikot juga dicatat memberi keuntungan bagi bisnis lokal di Malaysia. Konsumen beralih ke merek-merek seperti ZUS Coffee dan Gigi Coffee, meninggalkan Starbucks. Bahkan cafe-cafe independen mengalami peningkatan penjualan hingga 20 persen. Menurut CEO Fore Coffee Vico Lomar, sertifikat halal berdampak signifikan terhadap penjualan perusahaan.
Sebagaimana diketahui, tekanan konsumen dicatat berimbas pada kerugian yang dialami merek global. Pizza Hut Indonesia mencatat kerugian Rp 96,7 miliar selama sembilan bulan pertama 2024, sementara KFC Indonesia harus menutup 50 gerai dan merumahkan 2.000 pekerja. Unilever Indonesia mengalami penurunan laba sebesar 28 persen menjadi Rp3 triliun. Di Malaysia, Starbucks mencatat kerugian 91,5 juta Ringgit Malaysia pada 2024, dan operator KFC serta Pizza Hut harus menunda rencana IPO.*













