Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Hukum Menelan Ludah Saat Puasa: Apakah Batal?

by Redaksi
5 Maret 2025 | 11:06
in Humaniora
Hukum Menelan Ludah saat puasa

Foto: Ilustrasi Ai

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan atau puasa sunnah lainnya tentu membutuhkan pemahaman yang baik mengenai hal-hal yang dapat membatalkannya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah menelan ludah saat berpuasa dapat membatalkan puasa?

Dalil dan Hukumnya

Menelan ludah sendiri merupakan sesuatu yang alami dan sulit dihindari. Dalam Islam, sesuatu yang tidak dapat dihindari atau merupakan kebutuhan dasar manusia tidak dianggap membatalkan ibadah.

Para ulama sepakat bahwa menelan ludah tidak membatalkan puasa selama tidak dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan kenikmatan atau tidak ada unsur lain yang masuk ke dalam ludah.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Menelan ludah adalah sesuatu yang alami dan tidak bisa dihindari, sehingga tidak dianggap sebagai sesuatu yang membatalkan puasa.

“Puasa itu adalah menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadis ini, menelan ludah tidak termasuk dalam kategori makan dan minum, sehingga tidak membatalkan puasa.

Pendapat Para Ulama

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa menelan ludah tidak membatalkan puasa karena merupakan sesuatu yang sulit dihindari.

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menyatakan bahwa ludah yang masih berada di dalam mulut dan ditelan tidak membatalkan puasa, kecuali jika bercampur dengan sesuatu seperti darah atau benda asing lainnya.

Syekh Ibn Utsaimin juga menegaskan dalam Fatawa Ramadan bahwa menelan ludah adalah sesuatu yang alami dan tidak membatalkan puasa selama tidak ditambahkan dengan sesuatu yang lain.

Meskipun menelan ludah tidak membatalkan puasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Ludah Bercampur dengan Sesuatu yang Lain.

READ  Layanan Aduan THR Resmi Dibuka

Jika ludah bercampur dengan sesuatu seperti darah dari gusi, sisa makanan, atau lendir dari tenggorokan yang dikumpulkan dengan sengaja dan kemudian ditelan, maka puasanya bisa batal karena sudah bercampur dengan zat lain yang dianggap sebagai makanan atau minuman.

Menelan ludah saat puasa tidak membatalkan puasa, karena merupakan sesuatu yang alami dan sulit dihindari. Hal ini didukung oleh dalil Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama. Namun, jika ludah bercampur dengan zat lain seperti makanan, darah, atau dahak, maka sebaiknya diludahkan agar puasa tetap sah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Tags: Hukum Menelan Ludah Saat Puasa
Previous Post

Lapas Cikarang Kebanjiran, Napi Dipindahkan

Next Post

AS dan Ukraina akan Teken Kesepakatan Mineral

Next Post
Trump dan Zelenskyy Berdebat Sengit

AS dan Ukraina akan Teken Kesepakatan Mineral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
Perjuangan Mbah Sarjo Tunaikan Haji, Sempat Pingsan hingga Jual Kebun Demi ke Tanah Suci

Perjuangan Mbah Sarjo Tunaikan Haji, Sempat Pingsan hingga Jual Kebun Demi ke Tanah Suci

2 Juni 2026 | 13:30
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
PLN Mobile

Tagihan Listrik Naik? Begini Cara Cek Konsumsi Listrik dan Riwayat Pemakaian Lewat PLN Mobile

2 Juni 2026 | 10:00
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved