Jakarta, CoreNews.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendukung langkah pemerintah untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat setelah Presiden AS, Donald Trump, menetapkan tarif tinggi pada barang dari Indonesia.
Kenaikan Tarif Impor AS: Indonesia Kena 32%
- AS menaikkan tarif impor untuk barang dari Indonesia hingga 32%, tertinggi di Asia Tenggara.
- Barang seperti elektronik, tekstil, furnitur, alas kaki, dan kelapa sawit akan terdampak signifikan.
- Kenaikan ini lebih tinggi dari tarif standar 10% dan melampaui negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Dampak ke Ekspor dan Industri
- 53% ekspor furnitur Indonesia ditujukan ke pasar AS.
- Pelaku industri mewaspadai penurunan daya saing produk Indonesia.
- Surplus perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$16,8 miliar pada 2024.
Respons Pemerintah Indonesia
- Kementerian Luar Negeri akan mengirim delegasi ke Washington untuk negosiasi ulang tarif.
- Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dorong koordinasi ASEAN untuk respons bersama.
“Tarif ini baru langkah awal. Negosiasi masih terbuka,” – Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, dikutip dari pemberitaan sejumlah media nasional, 4/04/2025.













