Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pajak 2025 Jeblok dari Target APBN, Menkeu Ungkap Biang Keroknya & Bocorkan Jurus Dongkrak Ekonomi 6%

by Teguh Imam Suyudi
1 Januari 2026 | 18:00
in Bisnis
penerimaan-pajak-2025-di-bawah-target-apbn-ekonomi-lesu

Ilustrasi: Kantor Ditjen Pajak

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Penerimaan negara dari sektor pajak sepanjang 2025 tercatat belum memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui kondisi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya aktivitas ekonomi pada awal tahun.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak hingga November 2025 mencapai Rp 1.634,43 triliun, atau sekitar 78,7 persen dari target outlook APBN sebesar Rp 2.076,9 triliun.

Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada November 2024, penerimaan pajak tercatat Rp 1.688,93 triliun, setara 84,92 persen dari target APBN 2024.

“Pajak memang berada di bawah target APBN. Kita tidak memungkiri karena ekonomi sembilan bulan pertama tahun ini memang kurang baik,” ujar Purbaya kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

Ekonomi Lesu & Pajak Ditunda Jadi Penyebab

Menurut Purbaya, rendahnya penerimaan pajak tidak hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi, tetapi juga keputusan pemerintah menunda penarikan beberapa jenis pajak demi menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi.

Salah satu kebijakan yang ditunda adalah penerapan PPh Pasal 22 atas penjualan pedagang di marketplace. Langkah ini diambil agar tidak menambah tekanan terhadap dunia usaha.

“Kalau ekonominya belum bagus, dipaksakan juga percuma. Uangnya enggak masuk, malah memperburuk ekonomi,” jelasnya.

Strategi Counter Cyclical Jadi Andalan Pemerintah

Alih-alih mengejar pajak secara agresif, pemerintah memilih menerapkan kebijakan counter cyclical, yakni kebijakan ekonomi yang berlawanan dengan tren yang sedang terjadi untuk menjaga stabilitas.

Pendekatan ini bertujuan agar proses pemulihan ekonomi tetap berjalan tanpa beban tambahan.

“Kami tidak membebani ekonomi secara berlebihan, supaya recovery yang sudah mulai terjadi bisa terus berlanjut,” kata Purbaya.

READ  Airlangga Klaim Tarif Impor 32 Persen Ditunda, Ini Penjelasannya

Ia optimistis, dampak kebijakan ini akan mulai terlihat pada akhir triwulan I 2026, seiring ekonomi yang bergerak semakin cepat.

Menkeu Optimistis Ekonomi 2026 Tembus 6 Persen

Meski penerimaan pajak 2025 meleset, Purbaya justru memasang target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi 2026. Ia yakin ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen, melampaui target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Keyakinan ini didorong oleh semakin solidnya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

“Saya akan dorong ke 6 persen. Peluangnya semakin besar karena kami makin sinkron dengan bank sentral,” tegasnya.

Injeksi Dana & Percepatan Belanja Jadi Kunci

Pemerintah sebelumnya menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 276 triliun di perbankan nasional untuk mendorong likuiditas. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum optimal.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menarik kembali Rp 75 triliun untuk mempercepat belanja negara dan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

“Dampaknya ke ekonomi akan lebih positif. Bank sentral sudah mendukung penuh, jadi tidak perlu khawatir ekonomi melambat,” ujar Purbaya.

Dengan dukungan BI dan percepatan belanja pemerintah, Purbaya menegaskan optimisme bahwa ekonomi Indonesia pada 2026 akan melaju lebih kencang.

Tags: APBN Indonesiaekonomi nasionalPajak 2025
Previous Post

Dunia Masih Gagal Melindungi Anak-Anak: Mengapa 2026 Harus Jadi Titik Balik Global

Next Post

AFCON 2025 Memanas! Ini Daftar Lengkap Laga Babak 16 Besar yang Wajib Kamu Tahu

Next Post
afcon-2025-daftar-lengkap-babak-16-besar

AFCON 2025 Memanas! Ini Daftar Lengkap Laga Babak 16 Besar yang Wajib Kamu Tahu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

25 September 2026 | 12:52
Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

25 September 2026 | 13:38
Menurut Destry, untuk mengurai permasalahan tersebut, BI akan memberikan disinsentif dalam bentuk GWM (Giro Wajib Minimum) pada bank tersebut. Sementara bank-bank lain yang kepemilikan SSB-nya relatif di bawah, di mana BI menempatkan di 19 persen dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) mereka, maka BI akan memberikan insentif, yaitu penurunan GWM.

BI Akan Terapkan Giro Wajib Minimum

25 September 2026 | 12:59
KPK Periksa 4 ASN Cirebon dan Tetapkan GM Hyundai sebagai Tersangka Suap PLTU

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Penggeledahan Kanwil BPN Jatim

25 September 2026 | 15:49
KB Bank kini terus melihat adanya ruang untuk meningkatkan kredit ke sektor tersebut apabila prospeknya tetap positif dan hasil analisis kredit menunjukkan kondisi yang memadai. Dengan demikian, ekspansi kredit ke sektor TPT dan garmen akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta kualitas calon debitur

KB Bank Siap Tingkatkan Kredit ke Sektor TPT dan Garmen

24 September 2026 | 15:13
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved