Jakarta, CoreNews.id — Kesalahan dalam penggunaan dan pemilihan deterjen seringkali menjadi pemicu gangguan kulit, seperti kemerahan, gatal, hingga beruntusan. Deterjen yang dapat memicu iritasi diantaranya mengandung bahan kimia Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Paraben. Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat diminta lebih selektif dalam memilih deterjen, khususnya yang diformulasikan tanpa SLS dan Paraben.
Hal tersebut disampaikan dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta di Jakarta, (8/1/2026). Menurut Tirta kembali, perawatan pakaian yang tepat berpengaruh langsung pada kenyamanan tubuh dan kesehatan kulit. Kesalahan dalam mencuci tidak hanya merusak serat kain, tetapi juga dapat memicu bau badan serta masalah kulit.
Salah satu deterjen yang aman adalah Deterjen Sayang Hijab. Ia hadir dengan formula tanpa SLS dan Paraben dan diklaim lebih lembut di kulit. Deterjen ini dilengkapi teknologi Indoor Drying Technology untuk mencegah bau saat pakaian dijemur di dalam ruangan serta Teknologi Busa Salju yang memberikan sensasi adem di tangan. Di samping itu, ia juga memiliki aroma lavender yang menyegarkan guna membantu pakaian tetap wangi lebih lama.*













