Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

China Blacklist! Larangan Total Software AS & Israel

by Teguh Imam Suyudi
15 Januari 2026 | 21:00
in Tekno
China Larang Software AS & Israel

Ilustrasi Negara Cina dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – GELAGAT perang teknologi semakin panas! Otoritas China baru saja melancarkan pukulan keras dengan melarang perusahaan-perusahaan domestik menggunakan perangkat lunak keamanan siber buatan lebih dari selusin perusahaan AS dan Israel. Alasannya klise tapi mematikan: DEMI KEAMANAN NASIONAL.

Langkah radikal ini adalah bukti nyata ketegangan makin memuncak antara Beijing dan Washington. Ini bukan lagi sekadar perang dagang, ini perang kedaulatan data dan supremasi teknologi! China geram dan tak mau ambil risiko lagi. Mereka khawatir software asing itu jadi “mata-mata digital” yang mengirim data rahasia keluar negeri.

Daftar Hitam Panjang, Saham Terjun Bebas

Siapa saja korbannya? Daftarnya mengerikan dan diisi raksasa-raksasa keamanan siber dunia:

  • Dari AS: VMware (Broadcom), Palo Alto Networks, Fortinet, Mandiant (Alphabet), CrowdStrike, SentinelOne, McAfee, dan Rapid7.
  • Dari Israel: Check Point Software Technologies, CyberArk, Orca Security, dan Cato Networks.

Reaksi pasar? SAHAM-HANCUR! Saham Broadcom anjlok lebih dari 4%, Fortinet merosot 2%. Ini tamparan telak bagi industri yang selama ini dianggap paling “netral”.

“Kami Tidak Jual ke China!” Kata Mereka

Yang menarik, banyak perusahaan yang disebut justru bingung. CrowdStrike, SentinelOne, dan Claroty serentak berteriak: “Kami bahkan tidak berbisnis di China!” Mereka klaim tidak punya karyawan, kantor, atau infrastruktur di sana.

Tapi China punya alasan lain. Beberapa perusahaan dalam daftar hitam, seperti Check Point dan Palo Alto, rutin menerbitkan laporan yang menuduh China melakukan operasi peretasan. “Ini balas dendam?” tanya banyak pengamat.

Mendorong “Teknologi Dalam Negeri”, Perang Sudah di Depan Mata

Larangan ini bukan kejutan. Ini bagian dari gerakan besar “ganti impor” China. Beijing mati-matian mendorong penggunaan teknologi domestik, dari chip sampai software. Penyedia lokal seperti 360 Security Technology dan Neusoft pasti diuntungkan.

READ  Hampir 15 Juta Ancaman Siber Serang Indonesia! AI Jadi Senjata Baru Kejahatan Digital?

Ini juga jadi peringatan untuk semua: di era digital, keamanan siber adalah senjata. Software yang bisa mengakses jaringan perusahaan adalah alat mata-mata potensial. AS sendiri pernah melarang Kaspersky asal Rusia dengan alasan serupa.

Dengan kunjungan Donald Trump ke Beijing bulan depan, langkah ini seperti meriam pertama sebelum pertempuran. China jelas menyiapkan perisai digitalnya. Pesannya keras: “Data kami, aturan kami.”

Pertanyaannya sekarang: akankah Barat membalas? Dan apa dampaknya bagi perusahaan global yang terjebak di tengah?

Tags: China TechCyber SecurityGeopolitikPerang Teknologi
Previous Post

Saham Bisa Disita! Aturan Baru DJP untuk Tagih Tunggakan Pajak

Next Post

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

Next Post
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Hari Kedua Kampanye, Ganjar Hadiri Rapat Tertutup Tim Pemenangan

Hari Kedua Kampanye, Ganjar Hadiri Rapat Tertutup Tim Pemenangan

29 November 2023 | 16:04
Johnny G Plate Dituntut 15 Tahun Penjara

Johnny G Plate Dituntut 15 Tahun Penjara

26 Oktober 2023 | 09:08
Sinar Matahari

Asupan Vitamin D3 yang Tepat Bantu Jaga Kesehatan Keluarga

11 Oktober 2024 | 17:00
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
PPMSE wajib bermitra dengan Ditjen Bea dan Cukai bila melakukan transaksi impor lebih dari 1.000 kiriman dalam periode satu kalender

E-Commerce Wajib Setor Data Jika Impor Lebih dari 1.000 Kiriman

5 Oktober 2023 | 15:13
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved