Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kentut Terus Menerus? Ini 5 Penyebab Medisnya

by Teguh Imam Suyudi
17 Januari 2026 | 21:00
in Gaya Hidup
penyebab-sering-kentut-cara-mengatasi

Ilustrasi Gangguan Pencernaan (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kentut atau buang angin adalah proses alami tubuh. Namun, bila frekuensinya berlebihan dan terjadi tanpa henti, bisa jadi itu tanda masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, bukan sekadar salah makan.

Gas berlebih di saluran cerna bisa berasal dari udara yang tertelan, proses pencernaan makanan oleh bakteri, atau reaksi kimia dalam usus. Meski sering dipicu makanan seperti kacang-kacangan dan kol, buang angin terus-menerus mungkin mengindikasikan kondisi medis tertentu.

Diolah dari sejumlah sumber, berikut 5 kemungkinan penyebab medis di balik kentut berlebihan:

  1. Sindrom Iritasi Usus (IBS): Iritasi pada usus besar dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut dan peningkatan frekuensi buang angin.
  2. Intoleransi Laktosa: Ketidakmampuan tubuh mencerna gula dalam susu dan produk olahannya dapat memicu produksi gas berlebih.
  3. Gangguan Pencernaan Atas: Kondisi seperti GERD atau tukak lambung bisa menyebabkan sendawa berlebihan dan gas.
  4. SIBO (Pertumbuhan Bakteri Usus Berlebih): Kelebihan bakteri di usus kecil, sering terkait penyakit Crohn atau diabetes, menyebabkan penumpukan gas.
  5. Kanker Usus Besar: Meski jarang, gas berlebih yang disertai gejala lain seperti perubahan pola BAB atau penurunan berat badan perlu diwaspadai.

Cara Mengatasi di Rumah

Anda bisa mencoba mengurangi frekuensinya dengan menghindari makanan pemicu gas, makan perlahan, mengelola stres, dan mengonsumsi probiotik seperti yoghurt. Namun, jika keluhan berlanjut atau disertai gejala lain seperti sakit perut hebat, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis yang tepat.

READ  5 Makanan Diet yang Cocok untuk Konsumsi di Malam Hari
Tags: KentutKesehatanPencernaan
Previous Post

Belanja IKEA Makin Mudah, Kini Hadir di Shopee!

Next Post

Lari Marathon? Hindari 4 Hal Ini Usai Finish!

Next Post
btn-jakarta-international-marathon-2025-sukses-gaet-31000-pelari

Lari Marathon? Hindari 4 Hal Ini Usai Finish!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

30-twibbon-tahun-baru-islam-1-muharram-1447h

30 Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H Lengkap dengan Cara Download dan Unggahnya

24 Juni 2025 | 09:00
audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
qatar-vs-swiss-imbang

Qatar Curi Poin Dramatis, Tahan Imbang Swiss 1-1 Lewat Gol Injury Time di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 | 09:00
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

15 Juni 2026 | 08:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Menurut Tulus, pendekatan tersebut menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan teknologi fotovoltaik dengan mengadopsi mekanisme fotosintesis alami yang efisien dan aman karena bakteri yang digunakan tidak bersifat patogen. Teknologi ini juga masuk kategori sel surya generasi ketiga atau third-generation solar cells yang tergolong emerging photovoltaics, khususnya bio-solar cell, dengan keunggulan menggunakan material ramah lingkungan, diproses pada suhu rendah, dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

BRIN Kembangkan Teknologi Sel Surya Berbasis Pigmen Fotosintesis Bakteri Ungu

15 Juni 2026 | 11:54
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved