Jakarta,CoreNews.id – Pasar saham Indonesia diguncang aksi jual massal pada Rabu (28/01/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga 8%, memaksa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (trading halt) seluruh perdagangan saham pukul 13.43 WIB.
IHSG terpangkas 718,44 poin ke level 8.261,78. Indeks LQ45 juga ikut merosot 7,73%. Perdagangan baru akan dilanjutkan 30 menit kemudian sesuai aturan darurat BEI saat indeks turun lebih dari 8%.
Pemicu utama pelemahan ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham Indonesia. MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terhadap keandalan data kepemilikan saham (free float) dan transparansi pasar.
“Keputusan MSCI ini berarti potensi aliran dana pasif dari investor global tertahan,” jelas Hendra Wardana, Pengamat dari Stocknow.id. Menurutnya, langkah ini memberi tekanan jangka pendek hingga menengah, karena dana indeks global selama ini menjadi penopang permintaan saham besar di Indonesia.
MSCI menahan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dan tidak akan menambahkan saham baru ke dalam indeks globalnya hingga otoritas pasar melakukan perbaikan transparansi yang lebih menyeluruh. Situasi ini memicu ketidakpastian tinggi di tengah pelemahan sebagian bursa regional.













