Jakarta, CoreNews.id – PT Nojorono Tobacco International kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama industri hasil tembakau nasional. Perusahaan yang berbasis di Kota Kudus ini sukses mempertahankan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium Penguji yang kompeten dan andal.
Prestasi ini diraih setelah melalui proses asesmen ketat sejak April 2025 hingga 21 Januari 2026. Tidak hanya sekadar mempertahankan sertifikat lama, Nojorono berhasil memperluas ruang lingkup pengujian secara signifikan, dari 8 menjadi 18 parameter uji. Ekspansi ini mencakup pengujian kandungan asap seperti total particulate matter, nikotin, dan tar, serta karakteristik bahan baku tembakau, termasuk kadar gula reduksi dan klorida.
Akreditasi dengan nomor LP-2213-IDN ini mengacu pada standar internasional SNI ISO/IEC 17025:2017. Standar tersebut memastikan bahwa laboratorium Nojorono mampu menghasilkan data uji yang akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Direktur PT Nojorono Tobacco International, Daniel Halim, 3/3/2026, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi penting bagi perusahaan. “Penguatan laboratorium penguji merupakan bagian dari komitmen Nojorono terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Kami ingin memastikan setiap produk yang beredar di masyarakat telah melalui proses pengujian mutu yang terukur dan akurat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Daniel menegaskan bahwa akreditasi ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga integritas produk, termasuk Minak Djinggo dan Clas Mild. Peningkatan kapasitas pengujian ini juga menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam memenuhi dinamika regulasi industri yang semakin kompleks.
“Dengan semangat ‘Bersatu, Berdoa dan Berkarya’, Nojorono akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terhadap sistem mutu. Kepatuhan dan disiplin terhadap standar adalah langkah strategis kami untuk tetap adaptif, bertanggung jawab, dan terpercaya,” pungkas Daniel.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan bahwa Nojorono tidak hanya berfokus pada inovasi produk seperti yang telah dilakukan sejak 1932, tetapi juga pada aspek akuntabilitas dan kualitas yang berkelanjutan.













