Jakarta, CoreNews.id — Instrumen investasi exchange traded fund (ETF) berbasis emas diluncurkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, (10/8/2026). Mereka adalah Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA dan harga perdana Rp 248 per unit. Mandiri ETF Emas berkode XMES dengan harga perdana Rp 757 per unit. BRI MI Gold ETF Syariah dengan kode XDES dan harga perdana Rp 1.000 per unit. Syailendra ETF Sharia Gold berkode XSGO dengan harga perdana Rp 1.000 per unit. Terakhir, Premier ETF Gold Sharia Indonesia berkode XGLD dengan harga perdana Rp 256 per unit.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat dalam seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall Bursa Efek Indonedia, Jakarta, (10/8/2026). Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem. Prosesnya dimulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan electronic gold receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan emas secara elektronik hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di BEI.
Sementara itu menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa peluncuran instrumen investasi ETF emas ini menandai perluasan pasar bullion, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF emas. Selain itu, ETF emas juga menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia. Terlebih, ETF emas menawarkan kepraktisan dan juga likuid karena diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perluasan pasar, investasi inklusif sesuai prinsip harga, dan juga ini merupakan salah satu investasi yang safe haven.*













