Riau, CoreNews.id — Program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo untuk memulihkan ekosistem hutan di Provinsi Riau dimulai. Tesso Nilo adalah habitat penting bagi Gajah Sumatera dan berbagai satwa lainnya. Jika tidak bergerak sekarang, maka masa depan ekosistem Sumatera bagian tengah dipertaruhkan.
Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam pernyataannya (3/3/2026). Menurut Raja Juli, reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo merupakan tindak lanjut dari kebijakan penertiban dan pengembalian fungsi kawasan hutan yang selama ini mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan. Pemerintah menargetkan pemusnahan tanaman sawit secara bertahap dan penggantian dengan tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Dalam tahap awal program reforestasi tahun 2026, pemulihan difokuskan pada areal seluas 2.574 hektare. Sementara itu, hingga tahun 2028, total target pemulihan mencapai 66.704 hektare. Pada lokasi peluncuran, penanaman perdana dilakukan di areal bekas sawit seluas sekitar 400 hektare dengan 2.000 bibit tanaman hutan. Semua jenis bibit yang ditanam menggunakan pendekatan ekologis, dimana ia akan menjadi sumber pakan sekaligus naungan bagi satwa, khususnya Gajah Sumatera.*












