Jakarta, CoreNews.id — Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), defisit fiskal, hingga pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada dalam kondisi yang relatif aman. Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok negara G20.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, (6/3/2026). Pernyataan Purbaya ini untuk menepis keputusan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meski tetap mempertahankan peringkat kredit pada level BBB atau masih dalam kategori layak investasi.
Menurut Purbaya kembali, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebenarnya cukup solid. Pemerintah mampu menjaga disiplin fiskal tanpa melampaui batas defisit sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi bahkan mengalahkan Cina. Pemerintah juga berupaya memastikan berbagai mesin pertumbuhan ekonomi berjalan optimal, mulai dari belanja pemerintah, menjaga likuiditas sektor keuangan bersama bank sentral, hingga memperbaiki iklim usaha. Selain itu, pemerintah terus memperkuat sektor ekspor melalui berbagai fasilitas pembiayaan untuk perusahaan berorientasi ekspor. Semu aitu menunjukkan Indonesia masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi.*













