Jakarta, CoreNews.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali jadi sorotan. Pemerintah Indonesia, yang saat ini memegang keketuaan organisasi kerja sama negara berkembang Developing Eight (D-8), terus mendorong langkah deeskalasi agar konflik tidak makin meluas.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan Indonesia aktif mengajak semua pihak untuk menahan diri di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia terus mengingatkan pentingnya meredakan situasi. Menurutnya, konflik yang makin memanas berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan berdampak pada dunia.
“Sebagai Ketua D-8, RI juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong berbagai pihak untuk menahan diri,” ujar Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat, 6/3/2026.
Ia menjelaskan komunikasi dengan negara-negara anggota D-8 juga terus dilakukan, terutama untuk membahas dinamika geopolitik terbaru di Timur Tengah. Indonesia ingin memastikan kerja sama antaranggota tetap solid di tengah situasi global yang tidak menentu.
Di sisi lain, Indonesia juga tengah mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April 2026. Hingga saat ini, proses persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Kemlu memastikan situasi geopolitik yang melibatkan Iran tidak memengaruhi status keanggotaan negara tersebut di organisasi D-8.
Sebagai informasi, D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota terbaru setelah resmi bergabung pada Desember 2024.
Puncak agenda keketuaan Indonesia akan berlangsung pada KTT D-8 ke-12 di Jakarta, yang sebelumnya didahului berbagai pertemuan tingkat pejabat tinggi dan menteri luar negeri.
KTT tersebut mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga berharap D-8 dapat secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Menurutnya, sikap tegas dari negara-negara anggota D-8 penting untuk mendorong terciptanya deeskalasi konflik di kawasan.













