Jakarta, CoreNews.id – Implementasi IGRS di Industri Game menjadi sorotan dalam forum diskusi yang digelar UniPin bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Kegiatan bertajuk “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI” itu mempertemukan regulator dan pelaku industri untuk membahas penerapan sistem rating gim nasional.
Acara yang berlangsung di GoWork Pacific Place, Jakarta, ini dihadiri lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pengembang gim, publisher, serta media gaming. Diskusi mengangkat tema “Tantangan Game Publishers dalam Implementasi IGRS”, yang menyoroti berbagai kendala operasional dalam penerapan sistem klasifikasi usia tersebut.
Sejumlah pembicara hadir dalam forum ini, di antaranya GM Business Global UniPin Poeti Fatima, Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim KOMDIGI Tita Ayuditya Surya, serta Policy Analyst KOMDIGI Cendana.
Dalam diskusi, para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi penerbit gim, mulai dari proses penyesuaian internal hingga kebutuhan koordinasi yang lebih erat antara regulator dan pelaku industri. Forum ini juga menjadi ruang bagi pelaku industri untuk menyampaikan masukan langsung terkait implementasi kebijakan tersebut.
Poeti Fatima mengatakan, kolaborasi antara regulator dan industri menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan implementasi IGRS di Indonesia.
“Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog yang konstruktif untuk saling berbagi perspektif dan mencari solusi terbaik demi mendukung pertumbuhan ekosistem game yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya, 11/3/2026.
Sementara itu, Tita Ayuditya Surya menjelaskan bahwa IGRS dirancang untuk memastikan seluruh gim yang beredar di Indonesia memiliki klasifikasi usia yang jelas.
Menurut dia, sistem ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai regulasi, tetapi juga dapat memperkuat operasional industri game nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda buka puasa bersama dan sesi networking guna mempererat kolaborasi antar pelaku industri game di Indonesia.













