Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pasokan Batubara Tersendat, di Tengah Kebutuhan Industri Semen 14 Juta Ton

by Irawan Djoko Nugroho
14 April 2026 | 19:44
in Ekonomi
Menurut Lilik, kebutuhan batubara sebagai bahan bakar utama untuk industri semen dalam negeri, baik perusahaan semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta sepanjang tahun ini, sebesar 12,5 sampai 14 juta ton per tahun.

Ilustrasi: Batu Bara. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Perusahaan BUMN (sektor semen) dan perusahaan semen swasta kini tengah mengalami kesulitan terkait pasokan batubara. Hal ini karena untuk BUMN (sektor semen), RKAB belum keluar, sehingga bisa saja mereka dapat batubara dari pasar, tetapi harganya bukan harga Domestic Market Obligation (DMO). Demikian pula perusahaan semen swasta. Mereka juga bisa mengambil pasokan batubara menggunakan harga spot, namun harga lebih mahal dari harga batubara DMO.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), Lilik Unggul Raharjo dalam agenda Halal Bi Halal ASPERSSI di Jakarta, (14/4/2026). Menurut Lilik, kebutuhan batubara sebagai bahan bakar utama untuk industri semen dalam negeri, baik perusahaan semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta sepanjang tahun ini, sebesar 12,5 sampai 14 juta ton per tahun.

“Harga batubara yang lebih tinggi akan memicu kenaikan biaya produksi, yang berdampak pada kenaikan harga semen,” kata Lilik.

Selain permasalahan tersebut, industri semen nasional kini juga menghadapi tantangan struktural berupa kelebihan kapasitas. Hal ini karena tingkat utilisasi yang rendah. Untuk efisiensi keberlanjutan, ASPERSI dicatat telah menyusun peta jalan dekarbonisasi yang menargetkan emisi nol bersih pada 2050.*

READ  Jadwal Operasional LRT dan Kereta Cepat Mundur Lagi dari yang Direncanakan!
Tags: ASPERSSIBatubaraLilik Unggul Raharjo
Previous Post

Iran Minta Ganti Rugi Akibat Serangan AS-Israel Sebesar Rp 4.600 Triliun

Next Post

Daftar Mobil Listrik Terlaris Maret 2026

Next Post
toyota-klaim-ev-lebih-berpolusi-dari-hibrida-bantahan-riset-china

Daftar Mobil Listrik Terlaris Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menurut Sodik, penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031, khususnya dalam membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan dan kolaborasi, serta mendorong perbaikan dan inovasi dalam manajemen BAZNAS.

100 Penggerak Zakat Terbaik Dapat Penghargaan di Grand BAZNAS Awards 2026

16 Oktober 2026 | 11:19
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Ketua KPK Belum Terima Surat Hasto Soal Praperadilan

OTT KPK di Klaten, Sejumlah Pejabat dan Swasta Diamankan

16 Oktober 2026 | 11:36
KPK Terapkan Work From Anywhere Akibat Aksi Demonstrasi di Jakarta

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Klaten, Bupati Disebut Turut Diamankan

16 Oktober 2026 | 11:30
Bahlil: Adies Kadir Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Jadi Hakim MK

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang Terkendala Distribusi

16 Oktober 2026 | 16:30
protein-bar-tempe-indonesia-ekspor-australia-us-1-juta

Protein Bar Tempe Indonesia Raih Komitmen Ekspor US$1 Juta

16 Oktober 2026 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved