Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah mengungkap penyebab keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur pada 3 April 2026 yang menyebabkan 135 orang dirawat.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menyebut keracunan dipicu makanan yang dikonsumsi melebihi batas aman.
“Faktor pangan, konsumsi makanan melebihi batas aman empat jam setelah pengemasan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, ditemukan indikasi kerusakan bahan pangan seperti aroma asam pada saus spageti, bakso, dan stroberi. Faktor lain yakni minimnya fasilitas, seperti tidak adanya alat pemantau suhu dan gudang bahan kimia yang belum memenuhi standar.
Pemerintah menilai kasus ini serius dan akan memperkuat protokol keamanan pangan, termasuk penerapan label waktu pengemasan, audit bahan baku, serta perbaikan fasilitas distribusi.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menyampaikan permintaan maaf dan memastikan biaya pengobatan korban ditanggung.













