Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

AI Ubah Peta Distribusi Hotel, SiteMinder Dorong Industri Tinggalkan Kanal Lama

by Teguh Imam Suyudi
17 April 2026 | 19:00
in Gaya Hidup
mendagri-izinkan-rapat-di-hotel-restoran

Ilustrasi Hotel (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Industri perhotelan global tengah memasuki fase disrupsi baru. Bukan lagi sekadar persaingan harga atau lokasi, tetapi soal siapa yang paling cepat beradaptasi dengan kecerdasan buatan (AI) sebagai pintu utama pencarian dan pemesanan hotel.

SiteMinder, platform hotel commerce global, menangkap momentum ini dengan memperluas distribusi hotel ke ekosistem AI—langkah yang secara tidak langsung menekan relevansi kanal distribusi konvensional seperti metasearch dan bahkan sebagian online travel agency (OTA).

Dengan lebih dari 53.000 hotel di 150 negara dalam jaringannya, SiteMinder kini membuka akses inventaris hotel ke platform berbasis AI seperti ChatGPT dan Claude. Di ruang ini, wisatawan tidak lagi sekadar membandingkan harga, tetapi mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi, harga real-time, hingga opsi pemesanan instan dalam satu alur percakapan.

CEO SiteMinder, Sankar Narayan, menegaskan bahwa perubahan ini bukan tren sementara.

“Penemuan hotel kini bergerak ke arah AI. Artinya, hotel harus hadir di setiap titik penemuan baru ini atau berisiko kehilangan permintaan,” ujarnya, 16/4/2026.

Menggeser Peran Kanal Lama

Langkah SiteMinder memperluas Demand Plus ke ekosistem AI menunjukkan pergeseran dari model metasearch tradisional—yang selama ini didominasi Google, Trivago, dan TripAdvisor—menuju pencarian berbasis percakapan.

Dalam model baru ini, keputusan pengguna tidak lagi bergantung pada daftar panjang pilihan, melainkan pada rekomendasi yang disaring algoritma AI. Ini berpotensi mengurangi visibilitas hotel yang tidak terintegrasi dalam sistem tersebut.

Di sisi lain, melalui Channels Plus, SiteMinder juga membuka pintu bagi OTA berbasis AI untuk mengakses inventaris hotel secara langsung. Artinya, perantara baru bermunculan—bukan lagi sekadar platform booking, tetapi mesin rekomendasi yang mengontrol jalur permintaan.

DirectBooker, mitra AI pertama SiteMinder, menjadi contoh bagaimana pemain baru dapat masuk dan mengambil peran strategis dalam rantai distribusi.

READ  Grab Diminta Bangun Data Center di RI, Ini Dampaknya untuk AI dan Ekonomi Digital

Tekanan Adaptasi bagi Hotel

Data Changing Traveller Report 2026 memperkuat urgensi ini: delapan dari sepuluh wisatawan kini menginginkan bantuan AI dalam proses pemesanan.

Angka ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen telah berubah lebih cepat daripada kesiapan banyak pelaku industri.

Bagi hotel, implikasinya jelas: tidak cukup hanya hadir di OTA atau mengandalkan SEO. Mereka kini harus memastikan data, harga, dan ketersediaan kamar dapat diakses secara real-time oleh sistem AI.

“Jika hotel tidak muncul dalam ekosistem ini, mereka praktis tidak terlihat,” kata Norman Arundel dari EVT, grup hotel internasional.

Perebutan Kontrol Distribusi

Di balik inovasi ini, tersimpan pertarungan yang lebih besar: siapa yang mengendalikan jalur distribusi hotel di era AI.

Dengan Model Context Protocol (MCP), SiteMinder memungkinkan platform AI mengakses data hotel secara langsung. Ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional, sekaligus memberi ruang bagi pemain teknologi untuk mengambil alih peran distribusi.

Namun, di sisi lain, ketergantungan pada AI juga membuka risiko baru—mulai dari bias algoritma hingga dominasi platform tertentu dalam menentukan visibilitas hotel.

Era Baru Dimulai

Perluasan yang dilakukan SiteMinder menegaskan satu hal: distribusi hotel tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki listing terbanyak, tetapi oleh siapa yang menguasai ekosistem AI.

Bagi industri perhotelan, ini bukan sekadar evolusi teknologi, melainkan pergeseran fundamental dalam cara permintaan diciptakan dan dikonversi.

Hotel yang gagal beradaptasi berisiko tertinggal—bukan karena kalah bersaing, tetapi karena tidak lagi muncul dalam percakapan yang kini dikendalikan oleh mesin.

Tags: Artificial IntelligenceHospitality IndustryTravel Tech
Previous Post

Kuota Internet Hangus Disorot MK, Operator Seluler Dicecar: Siapa Sebenarnya Untung?

Next Post

Primaya Rajawali Hospital Resmi Dibuka, Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi di Bandung

Next Post
primaya-rajawali-hospital-bandung-center-of-excellence

Primaya Rajawali Hospital Resmi Dibuka, Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi di Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

cara-pakai-filter-ai-instagram

Cara Pakai Filter AI Instagram Story untuk Pemula, Hasil Lebih Natural dan Real-Time

1 Mei 2026 | 21:00
Sebagai informasi, perputaran dana judi online selama 2025 dicatat sebesar Rp 286,84 triliun. Perputaran dana jumbo itu dilakukan dalam 422,1 juta kali transaksi. Jumlah tersebut dicatat menurun 20% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 359,81 triliun

Dalam Sebulan Aktivitas Judol Meningkat 1.600 Rekening

8 Juni 2026 | 10:46
Menurut Momentum Works, khusus untuk Indonesia, sembilan dari sepuluh toko teratas dan delapan dari sepuluh produk terlaris berasal dari kategori kecantikan dan perawatan pribadi.

Indonesia Jadi Pasar Utama TikTok Shop Selama Tahun 2024

5 Februari 2025 | 11:15
Menurut Denny, perkembangan cadangan devisa Mei 2026 dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.

Posisi Cadangan Devisa Indonesia Terus Menurun Kini Jadi US$ 144,9 Miliar

8 Juni 2026 | 11:41
Cara Cek Status PIP Lewat Aplikasi SIPINTAR

Cara Cek Status PIP Lewat Aplikasi SIPINTAR

29 Juli 2025 | 17:00
scg-selamatkan-lingkungan-jakarta

Jakarta Hadapi 3 Juta Ton Sampah per Tahun, SCG Gerakkan Ratusan Peserta untuk “Selamatkan Lingkungan”

12 November 2025 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved