Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Perjuangan Mbah Sarjo Tunaikan Haji, Sempat Pingsan hingga Jual Kebun Demi ke Tanah Suci

by Miroji
2 Juni 2026 | 13:30
in Nasional
Perjuangan Mbah Sarjo Tunaikan Haji, Sempat Pingsan hingga Jual Kebun Demi ke Tanah Suci

sumber foto: kompas.cm

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Sarjo Utomo, jemaah haji asal Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku bersyukur dapat menuntaskan ibadah haji 2026 meski harus melawan keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan. Pria berusia 71 tahun itu tergabung dalam kloter 1 Yogyakarta (YIA) dan bersiap pulang ke Tanah Air dari Bandara Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

Sarjo mengaku sempat mengalami batuk berat hingga pingsan saat menjalani wukuf di Arafah akibat cuaca panas ekstrem. Namun, ia tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan penuh semangat. Prosesi lontar jumrah akhirnya dibadalkan kepada sang anak karena kondisi penglihatannya yang terbatas.

“Doa yang saya panjatkan adalah mohon ampun atas kesalahan-kesalahan saya,” ujar Sarjo.

Demi mewujudkan impian berhaji, Sarjo bahkan rela menjual pekarangan kebunnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah mendampinginya selama di Tanah Suci.

READ  Lettu Azis Bantu Jemaah Haji Lansia Aljazair, Wujud Kemanusiaan Tanpa Batas
Tags: Arafahhaji 2026Ibadah HajiJemaah Haji IndonesiaKulon ProgoMbah SarjoPPIHSarjo UtomoYogyakarta
Previous Post

Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Kuwait, Sebut Langgar Hukum Internasional

Next Post

Inflasi Tahunan Mei 2026 Meningkat Tajam Jadi 3,08 Persen dari Sebelumnya 1,60 Persen

Next Post
Menurut Pudji kembali, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,94 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Lampung sebesar 1,94 persen. Selain itu, BPS juga mencatat terdapat 17 provinsi mengalami inflasi tahunan di atas tingkat inflasi nasional yang sebesar 3,08 persen

Inflasi Tahunan Mei 2026 Meningkat Tajam Jadi 3,08 Persen dari Sebelumnya 1,60 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menurut Sodik, penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031, khususnya dalam membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan dan kolaborasi, serta mendorong perbaikan dan inovasi dalam manajemen BAZNAS.

100 Penggerak Zakat Terbaik Dapat Penghargaan di Grand BAZNAS Awards 2026

16 Oktober 2026 | 11:19
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Ketua KPK Belum Terima Surat Hasto Soal Praperadilan

OTT KPK di Klaten, Sejumlah Pejabat dan Swasta Diamankan

16 Oktober 2026 | 11:36
Bahlil: Adies Kadir Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Jadi Hakim MK

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang Terkendala Distribusi

16 Oktober 2026 | 16:30
KPK Terapkan Work From Anywhere Akibat Aksi Demonstrasi di Jakarta

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Klaten, Bupati Disebut Turut Diamankan

16 Oktober 2026 | 11:30
protein-bar-tempe-indonesia-ekspor-australia-us-1-juta

Protein Bar Tempe Indonesia Raih Komitmen Ekspor US$1 Juta

16 Oktober 2026 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved