Jakarta, CoreNews.id – Sarjo Utomo, jemaah haji asal Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku bersyukur dapat menuntaskan ibadah haji 2026 meski harus melawan keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan. Pria berusia 71 tahun itu tergabung dalam kloter 1 Yogyakarta (YIA) dan bersiap pulang ke Tanah Air dari Bandara Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
Sarjo mengaku sempat mengalami batuk berat hingga pingsan saat menjalani wukuf di Arafah akibat cuaca panas ekstrem. Namun, ia tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan penuh semangat. Prosesi lontar jumrah akhirnya dibadalkan kepada sang anak karena kondisi penglihatannya yang terbatas.
“Doa yang saya panjatkan adalah mohon ampun atas kesalahan-kesalahan saya,” ujar Sarjo.
Demi mewujudkan impian berhaji, Sarjo bahkan rela menjual pekarangan kebunnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah mendampinginya selama di Tanah Suci.













