Jakarta, CoreNews.id — Posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Mei 2026 dicatat sebesar US$ 144,9 miliar. Jumlah tersebut turun US$ 1,3 miliar dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$ 146,2 miliar. Cadangan devisa ini juga turun US$ 7,59 miliar dibandingkan akhir Mei 2025 yang dicatat sebesar US$ 152,49 miliar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, (8/6/2026). Menurut Denny, perkembangan cadangan devisa Mei 2026 dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.
Sekalipun terus menurun, Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa tetap berada pada level yang kuat. Per akhir Mei 2026, cadangan devisa setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.*












