Jakarta, CoreNews.id – Meningkatnya siklus pergantian perangkat elektronik menghadirkan tantangan baru berupa lonjakan limbah elektronik atau electronic waste (e-waste). Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan, ekonomi sirkular mulai dipandang sebagai solusi untuk memperpanjang umur perangkat elektronik sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Salah satu implementasi ekonomi sirkular yang berkembang di industri gadget adalah program trade-in. Melalui skema ini, perangkat lama dapat kembali masuk ke rantai pemanfaatan yang lebih terstruktur sehingga mengurangi potensi timbunan sampah elektronik.
Pengelolaan E-Waste Jadi Fokus Keberlanjutan
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menempatkan pengelolaan limbah elektronik sebagai salah satu fokus utama dalam strategi keberlanjutannya. Dalam laporan keberlanjutan terbaru, perusahaan mencatat keberhasilan mengumpulkan dan mendaur ulang 3.911 unit limbah elektronik sepanjang 2025.
Upaya tersebut berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi hingga 437 ton CO2e per tahun dan penghematan energi sebesar 301.261 kWh. Selain itu, Erajaya juga menjalankan program konservasi lingkungan melalui penanaman dan perawatan 7.486 pohon di kawasan konservasi seluas 16 hektar di Bogor dan Bandung.
Kampanye erafone Jaga Bumi Perluas Edukasi Publik
Komitmen tersebut diperkuat melalui kampanye erafone Jaga Bumi yang dijalankan Erajaya Digital sejak awal 2025. Kampanye ini mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengelolaan limbah elektronik melalui fasilitas drop box e-waste yang tersedia di sejumlah gerai erafone.
Hingga pertengahan 2025, program tersebut berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 1.900 unit perangkat elektronik bekas. Selain menyediakan sarana pengumpulan, erafone juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya limbah elektronik dan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif dan berkelanjutan.
Group Chief of HC, GA, Litigation, & CSR Erajaya Group Jimmy Perangin-angin mengatakan kampanye tersebut telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 467 kilogram CO₂, penghematan energi hingga 854 kWh, serta mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 10 meter persegi.
“Melalui erafone Jaga Bumi, Erajaya Group ingin menjadi bagian dari solusi atas isu lingkungan, tidak hanya bagi pelanggan tetapi juga demi masa depan bumi Indonesia,” ujarnya.
Bernilai bagi Investor dan Konsumen
Analis pasar modal sekaligus Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai ekonomi sirkular mulai memiliki relevansi dalam pembahasan Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurut dia, semakin luas penerapan program keberlanjutan akan meningkatkan perhatian investor terhadap aspek lingkungan dan tata kelola perusahaan.
Wawan juga menilai program trade-in memiliki manfaat bisnis yang nyata karena dapat meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus menciptakan captive market. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu ESG diyakini akan menjadikan ekonomi sirkular sebagai salah satu faktor kompetitif bagi perusahaan yang lebih awal mengadopsinya.
“Success story dari program seperti ini dapat menjadi katalis positif bagi investor,” kata Wawan.
Laporan Keberlanjutan erajaya: https://www.erajaya.com/files/uploads/report/file/2026/Apr/30/69f37892b6a46/ji-sr-era-3004-web.pdf













