Jakarta, CoreNews.id – Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai bergabungnya mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi memengaruhi citra partai di mata publik. Menurutnya, kehadiran mantan terpidana kasus korupsi dalam partai politik masih menjadi perhatian masyarakat dan dapat memunculkan persepsi terkait komitmen partai terhadap pemberantasan korupsi.
“Bergabungnya Nur Alam ke PSI tentu dapat berdampak pada reputasi partai,” kata Dedi, Jumat (19/6/2026). Meski demikian, ia menilai dampak tersebut belum tentu berpengaruh besar terhadap elektabilitas PSI. Berdasarkan sejumlah survei, keberadaan mantan terpidana korupsi di partai politik tidak selalu memengaruhi pilihan pemilih secara langsung.
Dedi menekankan pentingnya masyarakat mencermati rekam jejak tokoh yang bergabung dengan partai politik. Ia juga mendorong partai memperkuat proses kaderisasi dan lebih selektif dalam menerima anggota baru guna meningkatkan kepercayaan publik.
Sebelumnya, Nur Alam mengumumkan bergabung dengan PSI usai bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo. Ia mengaku telah lama memiliki hubungan baik dengan Jokowi dan optimistis PSI dapat berkembang menjadi salah satu partai besar di masa depan. Sementara itu, PSI menyambut bergabungnya Nur Alam dan berharap langkah tersebut diikuti tokoh-tokoh politik lainnya.













