Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Fenomena Masyarakat Kecil Makan Tabungan Kian Menguat

Data LPS dan Perbanas menunjukkan total simpanan nasabah kecil masih bertumbuh, tetapi rata-rata nilai tabungan per rekening terus menyusut, mencerminkan meningkatnya penggunaan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

by Teguh Imam Suyudi
31 Juli 2026 | 17:00
in Gaya Hidup
rupiah-tembus-rp-16877-bi-buka-suara

Ilustrasi Uang dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Fenomena makan tabungan di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah masih berlangsung hingga pertengahan 2026. Kondisi ini terlihat dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan hasil riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) yang menunjukkan rata-rata nilai tabungan per rekening terus menurun, meski total simpanan masih mengalami pertumbuhan.

Rata-rata Tabungan Terus Menyusut

LPS mencatat, hingga Juni 2026 nominal simpanan masyarakat di bawah Rp 100 juta mencapai Rp 1.166,76 triliun atau tumbuh 2,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, nilai simpanan pada segmen tersebut juga meningkat 5,2 persen.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, Perbanas menemukan bahwa rata-rata saldo tabungan per rekening justru terus mengalami penurunan. Pada 2018, rata-rata simpanan nasabah di segmen ini mencapai Rp 3,1 juta per rekening. Angka tersebut turun menjadi Rp 1,8 juta pada 2024 dan kembali menyusut menjadi Rp 1,7 juta per rekening hingga Mei 2026.

Chief Economist Perbanas Winang Budoyo mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masyarakat lebih banyak menggunakan tabungannya daripada menambah simpanan baru.

“Artinya lebih banyak tabungan yang dipakai dibandingkan yang mereka akumulasikan,” ujar Winang dalam sebuah forum di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pertumbuhan Rekening Lebih Cepat

Fenomena yang dikenal sebagai makan tabungan atau “mantab” juga terlihat dari perbedaan laju pertumbuhan nilai simpanan dan jumlah rekening.

Dalam periode satu tahun, nominal simpanan di bawah Rp 100 juta hanya tumbuh 5,2 persen. Sementara itu, jumlah rekening pada segmen yang sama meningkat lebih tinggi, yakni 9,5 persen menjadi 689,48 juta rekening.

Data tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan total dana simpanan lebih banyak ditopang oleh bertambahnya jumlah rekening dibandingkan peningkatan nilai tabungan setiap nasabah. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa daya simpan masyarakat masih berada di bawah tekanan, sehingga sebagian tabungan terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun biaya hidup sehari-hari.

READ  BYD dan CATL Akan Luncurkan Baterai Pengisian Cepat 6C
Tags: Ekonomi IndonesiaTabungan Masyarakat
Previous Post

BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

TNI Kuat Rakyat Bermartabat

Tukin TNI dan Kemhan Naik Setelah Delapan Tahun

30 Juli 2026 | 09:00
Pendapat Esther tersebut menanggapi persetujuan Komite Tapera terkait kebijakan mempertahankan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun subsidi. Selain itu juga menanggapi dibukanya opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat oleh Komite.

Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Perlu Seleksi Ketat Debitur

31 Juli 2026 | 14:27
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
Begadang

5 Efek Buruk Sering Begadang

6 Juli 2024 | 09:00
Gunung Kawi: Antara Keindahan Alam, Sejarah, dan Mitos Pesugihan

Gunung Kawi: Antara Keindahan Alam, Sejarah, dan Mitos Pesugihan

16 Juli 2026 | 14:05
BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

31 Juli 2026 | 16:14
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved