Jakarta, CoreNews.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meluncurkan platform digital “Saadatuna” di Jakarta, (5/8/2026). Peluncuran Saadatuna merupakan upaya PBNU mengontekstualisasikan Mabadi Khaira Ummah, yakni prinsip dasar pembentukan umat terbaik yang digagas KH Mahfudz Shiddiq.
Menurut Gus Yahya, prinsip dasar pembentukan umat terbaik yang digagas KH Mahfudz Shiddiq ada 5. Prinsip pertama adalah Ash-Shidqu atau kejujuran. Prinsip kedua adalah Al-Amanah wal-Wafa bil-Ahd atau memenuhi janji dan dapat dipercaya. Prinsip ketiga adalah Al-Adalah atau keadilan. Prinsip keempat adalah Al-Istiqamah dimaknai sebagai konsistensi pembangunan antar-periode kepengurusan. Prinsip kelima adalah Taawun atau tolong-menolong dalam kebaikan melalui sistem organisasi.
Sebagai informasi, Saadatuna merupakan platform digital yang dirancang untuk menjadi pusat ekosistem digital yang menghubungkan pengurus dan warga NU (Nahdliyin) dari tingkat pusat hingga ke akar rumput secara langsung. Platform ini berfungsi untuk: Memperkuat koordinasi organisasi, Mempercepat penyebaran program kemasyarakatan, dan Membangun ketahanan sosial ekonomi warga.
Menurut Gus Yahya kembali, dengan adanya pusat ekosistem digital tersebut, maka data warga Nahdlatul Ulama (NU) menjadi amanah yang tidak boleh diperjualbelikan ataupun dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Data hanya dapat digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk kemaslahatan warga NU.*













