Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

KNKI VI dan AICIMDS 2026 Soroti Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital Global, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie Tekankan Kolaborasi Akademik Internasional

by Miroji
13 Agustus 2026 | 13:34
in Nasional
KNKI VI dan AICIMDS 2026 Soroti Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital Global, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie Tekankan Kolaborasi Akademik Internasional

sumber foto: dok pribadi Prof. Ahmad Tholabi Kharlie

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Perkembangan teknologi digital yang kian pesat kembali menjadi sorotan utama dalam Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI) ke-6 yang diselenggarakan bersamaan dengan International Conference on Islamic Communication and Media Studies (AICIMDS) 2026. Kegiatan akademik berskala nasional dan internasional ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari dunia pendidikan tinggi, riset, dan industri media, baik dari Indonesia maupun mancanegara.

Salah satu momen penting dalam konferensi ini adalah kehadiran Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang tampil sebagai pembicara kunci. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa komunikasi Islam saat ini tidak lagi dapat dipahami hanya dalam konteks tradisional, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem global yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital, algoritma media sosial, serta dinamika jaringan informasi lintas negara.

Menurut Prof. Tholabi, dunia sedang memasuki fase baru yang ditandai dengan apa yang ia sebut sebagai “masyarakat jaringan digital global”, di mana otoritas keagamaan, identitas sosial, dan praktik komunikasi umat Islam mengalami transformasi yang sangat cepat. Dalam konteks ini, komunikasi Islam dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam membangun narasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation”, yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Prof. Tholabi menegaskan bahwa tema tersebut membuka ruang diskusi yang luas mengenai bagaimana umat Islam merespons perubahan teknologi tanpa kehilangan akar nilai dan identitas keislamannya. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam mengkaji komunikasi Islam, yang tidak hanya bertumpu pada ilmu dakwah, tetapi juga melibatkan kajian media, sosiologi digital, dan studi kebijakan teknologi.

READ  Pemerintah Kejar Target Pendapatan Negara 2025 Rp3.005,1 Triliun

Lebih jauh, ia menekankan peran strategis Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) dalam memperkuat ekosistem akademik komunikasi Islam di Indonesia. ASKOPIS, menurutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, serta perluasan jejaring akademik internasional. Ia mendorong agar forum seperti KNKI dan AICIMDS tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret seperti joint research, publikasi bersama, hingga pertukaran akademisi lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tholabi juga menyoroti urgensi pembaruan kurikulum Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ia menilai bahwa kurikulum KPI harus mampu menjawab tantangan era kecerdasan buatan (artificial intelligence), ekonomi kreator digital, serta perubahan pola konsumsi media masyarakat global. Lulusan KPI, lanjutnya, perlu dipersiapkan sebagai komunikator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kemampuan analisis kritis, serta literasi digital yang kuat.

“Komunikasi Islam masa depan harus melahirkan generasi yang mampu berdialog dengan dunia global tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” tegasnya dalam pidato kunci tersebut.

Selain sesi keynote speech, KNKI VI dan AICIMDS 2026 juga menghadirkan berbagai agenda akademik lainnya, termasuk workshop penulisan artikel jurnal internasional, forum pengelola jurnal KPI dan dakwah se-Indonesia, serta sesi presentasi makalah ilmiah dari para peneliti muda. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah yang berstandar internasional.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi gabungan nasional dan internasional ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kajian komunikasi Islam di kawasan Asia Tenggara. Dengan melibatkan peserta dari berbagai negara, forum ini diharapkan mampu memperluas perspektif keilmuan sekaligus memperkuat diplomasi akademik Indonesia di tingkat global.

READ  Presiden Prabowo Syukuri Percepatan Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah

Prof. Tholabi menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan konferensi ini sebagai ruang kolaborasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa masa depan komunikasi Islam sangat bergantung pada kemampuan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membangun jejaring global yang solid, produktif, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kita tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga membangun masa depan bersama bagi komunikasi Islam yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing global,” ujarnya

Tags: Guru Besar UIN JakartaKNKIProf Ahmad TholabiUIN Jakarta
Previous Post

Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya

Next Post

Situs Bongal Jadi Bukti Islam Sudah Masuk Nusantara Abad 7/8 M

Next Post
Menurut Irfan, temuan arkeologis pada rentang abad ke-7 hingga ke-8 Masehi tersebut memberikan jarak waktu sekitar tujuh abad jika dikomparasikan dengan narasi sejarah yang kerap menyebutkan bahwa Islam baru mengakar kuat sebagai sebuah entitas politik atau kerajaan pada kisaran abad ke-13 dan ke-15 Masehi. Rentang waktu yang membentang sangat luas tersebut, menjadi ruang kosong sejarah yang amat esensial untuk segera digali oleh para arkeolog guna memahami pola hidup masyarakat penyebar Islam terdahulu.

Situs Bongal Jadi Bukti Islam Sudah Masuk Nusantara Abad 7/8 M

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
pertamina-naikkan-harga-pertamax-jadi-rp16250-per-liter

Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya

12 Agustus 2026 | 21:00
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
KNKI VI dan AICIMDS 2026 Soroti Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital Global, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie Tekankan Kolaborasi Akademik Internasional

KNKI VI dan AICIMDS 2026 Soroti Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital Global, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie Tekankan Kolaborasi Akademik Internasional

13 Agustus 2026 | 13:34
Sebelumnya, LRT Jakarta sepanjang 5,8 kilometer yang telah beroperasi sejak 2019, menghubungkan lima stasiun eksisting. Kelapa Gading, Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Panjang lintasan itu akan bertambah menjadi 12,2 kilometer apabila LRT Jakarta Fase 1B, yang melintasi Stasiun Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai, telah diresmikan

LRT Jakarta Fase 1B Direncanakan Beroperasi Pada 26 Agustus 2026

13 Agustus 2026 | 15:15
Fakta Menarik Bunga Lily of Valley, Favorit Pengantin Kerajaan

Fakta Menarik Bunga Lily of Valley, Favorit Pengantin Kerajaan

16 Januari 2025 | 14:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved