Jakarta, CoreNews.id – Ustaz Abdul Somad (UAS) dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan kisah Abu Lahab yang dikaitkan dengan keberkahan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan peringatan Maulid Nabi.
Kisah tersebut merujuk pada riwayat yang tercantum dalam Shahih Bukhari mengenai Tsuwaibah, mantan budak Abu Lahab yang kemudian dimerdekakan. Tsuwaibah diketahui pernah menyusui Nabi Muhammad SAW.
Kisah Abu Lahab dan Tsuwaibah
UAS dalam tausiyahnya menjelaskan, Abu Lahab memperoleh kabar kelahiran Nabi Muhammad SAW dari Tsuwaibah. Kabar tersebut membuat Abu Lahab bergembira dan kemudian memerdekakan Tsuwaibah.
Menurut UAS, kisah itu menjadi salah satu riwayat yang kerap dijadikan pembahasan mengenai keutamaan bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW.
Dalam riwayat yang dinukil Imam Bukhari, setelah Abu Lahab meninggal, sebagian keluarganya melihatnya dalam mimpi dalam keadaan buruk. Ketika ditanya mengenai keadaannya, Abu Lahab menyebut dirinya tidak memperoleh kenikmatan selain mendapatkan minuman karena pernah memerdekakan Tsuwaibah.
Gus Baha juga menjelaskan kisah tersebut dalam sejumlah kajian. Menurut dia, riwayat mengenai Abu Lahab kerap digunakan untuk menggambarkan keberkahan dari kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan tentang Maulid Nabi
UAS berpandangan, persoalan Maulid Nabi perlu dilihat berdasarkan dalil dan penjelasan para ulama. Ia menyebut amalan yang memiliki landasan dalil tidak serta-merta dapat disebut sebagai bidah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri menjadi tradisi keagamaan yang dilakukan sebagian besar umat Islam Indonesia setiap Rabiul Awal.
Sementara itu, kisah Abu Lahab dan keringanan siksa pada hari Senin merupakan pembahasan yang berkembang dalam literatur keislaman. Sejumlah ulama menukil kisah tersebut untuk menjelaskan keutamaan bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sumber: Republika.co.id












