Jakarta, CoreNews.id – Kolaborasi Indonesia dan Australia mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Upaya tersebut dibahas dalam Webinar Diseminasi Nasional AI in Health Care Project yang digelar secara hibrida di Lombok Astoria, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kembangkan tiga teknologi berbasis AI
Proyek kolaboratif yang melibatkan Summit Institute for Development (SUMMIT), BRIN, CSIRO Australia, dan Universitas Mataram (UNRAM) dengan dukungan KONEKSI – Australia-Indonesia Knowledge Partnership itu berangkat dari kebutuhan pengelolaan data kesehatan ibu yang sebagian masih dilakukan secara manual.
Dalam proyek tersebut dikembangkan tiga komponen teknologi yang saling terhubung, yakni Bunda Optical Character Recognition (OCR), AI Predictive Dashboard, dan AI Personalized Message.
Bunda OCR membantu bidan mengubah informasi dalam Buku KIA menjadi data digital sehingga mengurangi pemindahan data secara manual.
Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan melalui AI Predictive Dashboard sebagai alat pendukung keputusan bagi tenaga kesehatan untuk memantau kondisi kehamilan, mengenali risiko, menentukan prioritas pelayanan, dan mendukung tindak lanjut.
Sementara itu, AI Personalized Message menggunakan WhatsApp untuk menyampaikan informasi dan edukasi kesehatan yang lebih relevan kepada ibu hamil.
CEO Summit Institute for Development Yuni Dwi Setiyawati, 29/8/2026, mengatakan pengembangan teknologi tersebut didorong kebutuhan agar data kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia menilai digitalisasi data manual dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi dan memberikan respons secara lebih cepat.













