Jakarta, CoreNews.id – Pekan Halal Indonesia 2026 Satukan Pelaku Halal dan Inovasi Digital, potensi tersebut turut menjadi perhatian Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Tenaga Ahli Kepala BPJPH Bidang Komunikasi dan Kehumasan, M. Fariza Y. Irwady, dalam opening ceremony Pekan Halal Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC) menekankan bahwa sertifikasi halal perlu dilihat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai peluang untukmemperkuat daya saing industri Indonesia.
Di saat yang sama, perkembangan industri halal global juga membuka peluang ekspansi bagi pelaku usaha Indonesia. Fariza menyampaikan bahwa hingga saat ini BPJPH telah menerbitkan sekitar 31.000 sertifikasi halal.
Menurutnya, perkembangan industri halal juga semakin terlihat dari meningkatnya perhatian berbagai negara terhadap pasar halal, termasuk Korea Selatan, Tiongkok, dan Thailand. “Potensi ekosistem halal di Indonesia sangat besar. Karena itu, sertifikasi halal jangan hanya dilihat sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai potensi untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka akses pasar yang lebih luas,” ujar Fariza.













