Jakarta, CoreNews.id – Ekonomi dunia dinilai tetap menghadapi berbagai risiko meski menunjukkan ketahanan lebih kuat dari perkiraan. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan inflasi masih menjadi salah satu tantangan utama karena belum diperkirakan segera terkendali.
Dalam Qatar Economic Forum di New York, Georgieva menyebut upaya menjaga stabilitas harga dapat meningkatkan biaya pembayaran utang dan memperberat pengelolaan keuangan pemerintah. “Sudah ada pemahaman mengenai perlunya konsolidasi fiskal,” ujarnya, dikutip China Daily, Selasa, 22 September 2026.
Namun, langkah konsolidasi fiskal dinilai masih belum memadai. Risiko lain datang dari investasi kecerdasan artifisial (AI), terutama penggunaan leverage dan pembiayaan sirkular.
Georgieva mengingatkan ekspektasi tinggi terhadap AI dapat menjadi risiko jika perkembangannya tidak sesuai harapan. “Jika perkembangan AI mengecewakan, kondisi tersebut berpotensi memicu kekecewaan di pasar dan berkembang menjadi guncangan terhadap sistem ekonomi,” katanya.
IMF akan merilis proyeksi ekonomi dunia terbaru pada Oktober. Georgieva menilai pertumbuhan global sekitar tiga persen merupakan pencapaian besar di tengah berbagai guncangan, tetapi pemerintah dan pelaku ekonomi tetap perlu waspada karena ketidakpastian menjadi kondisi normal baru.













