Jakarta, CoreNews.id – Kondisi kemanusiaan di Palestina masih kritis hingga September 2026. Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina Mahmoud Sidqi Al-Habbash menyampaikan hal tersebut saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bantuan kemanusiaan dan sosial dengan BAZNAS RI di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Mahmoud mengatakan jutaan warga Palestina masih kesulitan memperoleh kebutuhan dasar akibat konflik. “Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini,” ujarnya.
Menurutnya, lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza menghadapi keterbatasan pangan, air minum, pengobatan, listrik dan layanan dasar. Bantuan pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan hingga hunian darurat masih dibutuhkan.
Melalui MoU tersebut, BAZNAS dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina berkomitmen memperkuat penggalangan serta penyaluran bantuan secara transparan dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan komitmen membantu masyarakat Palestina. “Kami terus akan komitmen membantu rakyat Palestina karena ini adalah amanah dari rakyat dan amanah dari negara,” kata Sodik.













