PT Central Omega Resources menggandeng Xurya untuk mengoperasikan PLTS hybrid off-grid guna mengurangi konsumsi energi fosil di tambang nikel.
Jakarta, CoreNews.id – PT Central Omega Resources Tbk (COR) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid off-grid di kawasan pertambangan nikel Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Proyek tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan PT Xurya Daya Indonesia sebagai pengembang sekaligus mitra teknis. Implementasi PLTS ini menjadikan COR sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan sistem energi surya hybrid off-grid dalam operasional pertambangan nikel di Morowali Utara.
Hasilkan 404.230 kWh Energi Bersih
Sejak beroperasi, sistem PLTS hybrid off-grid tersebut menghasilkan sekitar 404.230 kWh energi bersih per tahun. Energi itu digunakan untuk menggantikan sebagian kebutuhan energi berbasis fosil dalam kegiatan operasional pertambangan COR.
Dari sisi lingkungan, penggunaan PLTS diproyeksikan menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 343.595,5 kilogram per tahun. Angka tersebut disebut setara dengan daya serap karbon sekitar 3.902 pohon.
Sistem tersebut juga mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 272 kilogram. Energi bersih yang dihasilkan setara dengan kebutuhan pengisian daya sekitar 5.630 kendaraan listrik.
Direktur PT Central Omega Resources Tbk Andi Jaya,1/10/2026, mengatakan penerapan PLTS menunjukkan energi terbarukan dapat digunakan secara nyata untuk mendukung kegiatan pertambangan.
Menurut dia, keberadaan PLTS juga membantu perusahaan meningkatkan kemandirian energi dan mendukung operasional pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Managing Director Xurya Eka Himawan mengatakan sistem hybrid off-grid dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertambangan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses jaringan listrik nasional.
Sistem tersebut memadukan PLTS dengan pembangkit eksisting sehingga pasokan energi tetap terjaga tanpa mengganggu kontinuitas produksi, sekaligus menekan konsumsi bahan bakar fosil.













