Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah menyalurkan bantuan tahap kedua sebesar Rp1,235 triliun untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut ditujukan kepada enam provinsi terdampak terparah serta 35 pemerintah kabupaten dan kota.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu sesuai arahan Presiden.
“Penanganan karhutla ini harus dilakukan secara lebih masif, terpadu, dan cepat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Bantuan diprioritaskan untuk pelayanan kesehatan, pembagian masker, penyediaan oksigen, serta penguatan pemadaman melalui pompa air, tangki, selang, sumur bor, dan perlengkapan petugas.
Pemerintah juga mengerahkan sekitar 71.000 personel untuk pemadaman darat dan udara melalui metode water bombing. Selain itu, modifikasi cuaca dilakukan menggunakan dry ice dan natrium klorida (NaCl).
Sugiono menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah juga memperkuat dukungan logistik dan peralatan agar pemadaman berjalan lebih efektif.













