Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Akan Dibayar Penuh, Kapan THR PNS Cair?

by Rendy
12 Maret 2024 | 15:03
in Ekonomi
Akan Dibayar Penuh, Kapan THR PNS Cair?
Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan tunjangan hari raya (THR) pegawai negeri sipil (PNS) akan dicairkan mulai H-10 sebelum Idulfitri 2024. Ia menyatakan pencairan THR PNS ini sedang dalam tahap penggodokan rancangan peraturan pemerintah (RPP).

“Jadi untuk proses penyusunan RPP-nya dan supaya bisa dieksekusi pada biasanya 10 hari sebelum lebaran. Persiapannya mulai dilakukan sekarang. Jadi tadi dilaporkan pada bapak presiden,” kata Sri Mulyani

Tahun ini, THR bagi PNS diberikan secara penuh 100 persen setelah sejak 2020 diberikan tidak utuh lantaran tunjangan kinerja (tukin) dibayar separuh, bahkan pernah tidak dibayarkan.

“THR-nya Bapak Presiden (Jokowi) menetapkan 100 persen. Berita baik ya,” ungkap Menkeu.

Dengan pencairan 100 persen ini, nantinya para abdi negara dapat menerima THR dengan komponen berupa gaji pokok, tunjangan melekat, dan tukin.

Namun, besaran THR yang diterima masing-masing abdi negara ini akan berbeda antara satu dengan lainnya. Pasalnya, jumlah THR ini sangat bergantung dari golongan, nilai tunjangan, hingga instansi tempat mereka bekerja.

Tahun lalu, besaran THR yang diberikan kepada PNS menggunakan perhitungan gaji pokok, tunjangan melekat, serta tukin sebesar 50 persen. Pemerintah juga memberikan THR spesial pada guru dan dosen pada tahun lalu. Guru dan dosen yang tidak mendapatkan tukin atau tambahan penghasilan, diberikan tunjangan profesi sebesar 50 persen.

READ  Shopee Jadi Aplikasi Belanja Online Terdepan Versi IPSOS dan Populix
Tags: PNSTHR PNS
Previous Post

Negara Dengan Durasi Waktu Puasa Paling Lama di Bulan Ramadhan

Next Post

Sri Mulyani: Aset Lahan Indonesia Harus Produktif

Next Post
Menkeu: Orang Lebih Silau dengan Pembangunan karena Gunting Pita

Sri Mulyani: Aset Lahan Indonesia Harus Produktif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved