Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Benarkah Majapahit Belum Mengenal Timur Tengah?

by Irawan Djoko Nugroho
20 Oktober 2024 | 14:11
in Humaniora
Demikian pula informasi Ibn Khordazbeh (844), Ibn-A-Fakih (902), Sulayman (851), Abu Zayd Hasan (916) misalnya, yang mengisahkan tentang Zabag (Jawa). Keberadaan mereka menunjukkan Majapahit yang disebut juga sebagai Yawapuri atau Kerajaan Jawa sudah mengenal Timur Tengah. Jadi tidak benar, Majapahit tidak mengenal Timur Tengah.

Ilustrasi: Perjalanan Ibn Batutta

Bagikan sekarang:

CoreNews.id — Dalam Sarasehan Kejayaan Majapahit – Sebuah Mitos atau Fakta yang diselenggarakan Pusaka Indonesia dan berlangsung di Auditorium Jusuf Ronodipuro RRI Jakarta, (19/10/2024), ada dua informasi penting tentang Majapahit. Informasi tersebut disampaikan oleh Guru Besar Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar.

Informasi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama. Ada dua kerajaan yang menguasai Jawa, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit. (Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=-bXvEn8z5T0, Jam 1.20.16-30). Kedua. Majapahit belum mengenal Timur Tengah. Pedagangnya baru sampai ke India. Orang-orang India yang ke kita (Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=-bXvEn8z5T0, Jam: 1.50.32-37). Menjadi pertanyaannya adalah benarkah demikian?

Pada dasarnya, informasi adanya dua kerajaan yang menguasai Jawa, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit, utamanya didasarkan pada data Pararaton yang ditulis pada 1535. Jika melihat Nāgarakṛtāgama yang ditulis tahun 1365,  pernyataan Agus Aris Munandar sepertinya tanpa dasar. Sebab menurut Nāg. 42.2.4. Suṇda dan Madhura disebut sebagai bagian dari Jawa. Ndatan lingĕn i Suṇda len Madhura pan satanah i Yawa. Madhura yang disetarakan Suṇda bahkan mendapat penjelasan sebelumnya, secara sangat jelas bahwa Madura tidak termasuk kerajaan lain. Yaitu, kunang tekang nusa Madhura tatan ilw ing parapuri, Nāg. 15.2.1.

Berdasar kajian filologis di mana teks muda tidak dapat untuk merevisi teks tua, maka informasi Pararaton dan data lain yang lebih muda tidak dapat digunakan sebagai alat untuk merevisi Nāgarakṛtāgama. Menariknya, berdasar catatan Dinasti Cina, catatan dinasti tersebut memperkuat informasi Nāgarakṛtāgama. Dalam catatan Dinasti Cina, Sunda atau Sin-t’o tidak dicatat berhubungan langsung dengan Cina. Ini menunjukkan Sunda bukan merupakan kerajaan mandiri atau merdeka menurut versi Pararaton.

READ  Kewajiban Sertifikasi Halal Produk UMK Ditunda, Menag: Bentuk Keberpihakan Pemerintah

Di sini tampaknya Agus Aris Munandar menyamakan sumber data baru dengan sumber data lama. Dua hal yang seharusnya dipisahkan dan tidak bisa disatukan.

Pada informasi Majapahit belum mengenal Timur Tengah, juga merupakan penyampaian informasi yang keliru. Timur Tengah atau Arab disebut Majapahit dengan sebutan Yawana. Yawana menurut  Prapañca merupakan sekutu tetap Majapahit.

Nāgarakṛtāgama Nāg.  15. 1:

lwir ning Deśântara kac[h]aya de śrī narapatī,
tuhun tang Syangkâyodhyapura kimutang
Marūtma mwang ring Rājapura nguniweh Singhanagari,
ri Kāmbojânyat i Yawana mitrêka satatā.

Terjemahan:

Lihat keadaan dari Deśântara yang dilindungi oleh Sri Raja,
Bahwasanya dia adalah: Syangka, Ayodyapura bersama dengan Dharmanagari,
Marūtma dan Rājapura dan Singhanagari pula,
Cāmpā, Kāmboja. Yang lain adalah: Yawana, yang merupakan sekutu tetap.

Tampaknya Agus Aris Munandar tidak membaca Yawana. Atau kemungkinan besar ia juga menganggap Yawana sebagai satu kesatuan dengan negara yang disebut sebelumnya sebagai Deśântara. Padahal Yawana didahului dengan kata anyat ‘kecuali’. Yaitu sebagai satu-satunya negara yang disebut dengan mitrêka satatā ‘sekutu tetap’. Sementara Deśântara disebut dengan kac[h]aya de śrī narapatī ‘dilindungi oleh Sri Raja’.

Informasi Jawa mengenal Yawana dapat dilihat dari kisah Ibn Batutta (Ibnu Batutah) ke Pasai dan Jawa (Majapahit). Demikian pula dalam Sejarah Baru Dinasti Tang (618-907), dimana Dazi (Arab) dicatat pernah berniat menyerang Ka-ling (Jawa). Namun penyerangan itu diundurkan karena Ka-ling (Jawa) melaksanakan hukum negara dengan benar, sehingga pangeran dari Dazi menjadi ketakutan. Lihat W.P. Groeneveldt, 2009:20-21.

Demikian pula informasi Ibn Khordazbeh (844), Ibn-A-Fakih (902), Sulayman (851), Abu Zayd Hasan (916) misalnya, yang mengisahkan tentang Zabag (Jawa). Keberadaan mereka menunjukkan Majapahit yang disebut juga sebagai Yawapuri atau Kerajaan Jawa sudah mengenal Timur Tengah. Jadi tidak benar, Majapahit tidak mengenal Timur Tengah.

READ  Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

Dalam salah satu catatan Duarte Barosa, Jawa bahkan mengirim senjata ke Arab (Yawana). Lihat Paul Michel Munoz, 2009: 396-397. Diterjemahkan oleh H.E.J Stanley (1866): Duarte Barbosa, A Description of the Coast of East Africa and Malabar in the Beginning of The 18th Century. Duarte Barbosa adalah keponakan Magellan, yang berkelana di Samudera Hindia dan Indonesia selama 15 tahun. Hubungan ini dapat terjadi karena terjadi mitrêka satatā sebelumnya.

Karena itu dapat disimpulkan bila kedua pernyataan Agus Aris Munandar yaitu: Ada dua kerajaan yang menguasai Jawa, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit dan Majapahit belum mengenal Timur Tengah, tidak tepat dan sangat keliru. Sangat disayangkan tentu saja.*

Sumber foto:

https://www.traveler.es/viajeros/articulos/ibn-battuta-historia-peregrino-marco-polo-a-traves-del-islam/18260

Tags: Agus Aris MunandarIbn BatuttaPusaka Indonesia
Previous Post

Sistem Multipartai Indonesia Era Reformasi, Bawa Negara Tanpa Visi Kebangsaan

Next Post

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Resmi Dilantik Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI

Next Post
Pelantikan Presiden dan Wapres RI

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Resmi Dilantik Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

menaker-pmsm-pengembangan-sdm-human-capital-2026

SDM dan AI Jadi Penentu Produktivitas Perusahaan

29 Oktober 2026 | 20:00
phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00

POPULER

syarat-penerima-bsu-2026-kemnaker

Kemnaker Terbitkan Aturan BSU 2026, Ini Syaratnya

30 Oktober 2026 | 17:00
strategi-harbolnas-12-12-brand-tetap-untung

Harbolnas 12.12: Lima Strategi agar Brand Tetap Untung

31 Oktober 2026 | 09:00
energi-terbarukan-pertanian-uma-palak-bali

Energi Surya Bantu Petani Bali Hemat Biaya Produksi

30 Oktober 2026 | 09:00
Menurut Meta dilansir laman Fast Company (19/6/2026), pembaruan tersebut dirancang untuk mempermudah pengguna memberikan konteks pada setiap konten dalam carousel. Saat membuat unggahan, pengguna kini dapat memilih opsi satu caption untuk seluruh postingan atau caption terpisah untuk masing-masing slide melalui menu drop-down pada tahap akhir sebelum publikasi. Dengan cara ini, setiap foto atau video dapat memiliki keterangan yang ditampilkan secara otomatis sesuai slide yang sedang dibuka.

Instagram Kini Punya Fitur Baru Buat Caption Beda Tiap Foto

19 Juni 2026 | 14:03
cara-pakai-filter-ai-instagram

Cara Pakai Filter AI Instagram Story untuk Pemula, Hasil Lebih Natural dan Real-Time

1 Mei 2026 | 21:00
polisi-tangkap-aktor-intelektual-penculikan-pembunuhan-kacab-bank

Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda

31 Oktober 2026 | 22:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved