Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Malaysia dan UEA Jalin Kerjasama Perdagangan Bebas

by Irawan Djoko Nugroho
15 Januari 2025 | 09:00
in Internasional
kesepakatan FTA dengan UEA menjadi perjanjian perdagangan bebas paling cepat diselesaikan, hanya 11 bulan saja. Jumlah perdagangan dua negara diperkirakan akan meningkat sekurang-kurangnya 60 persen dalam waktu lima tahun dengan adanya FTA itu. Malaysia selanjutnya akan melakukan perundingan FTA dengan negara anggota GCC lainnya yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi

Ilustrasi: Menara Kembar Malaysia

Bagikan sekarang:

Kuala Lumpur, CoreNews.id — Malaysia dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif. Perjanjian yang berupa kesepakatan perdagangan bebas (FTA) ini merupakan kesepakatan pertama Malaysia dengan sebuah negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).

Hal ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur (14/1/2025). Menurut Anwar Ibrahim, perjanjian tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi hubungan perdagangan dan investasi lebih kuat, tidak hanya antara Malaysia dan UEA terapi juga dengan negara-negara Teluk lainnya. Selain itu juga membuka peluang kerja sama ekonomi lebih mendalam, termasuk penghapusan atau pengurangan tarif dan peningkatan akses pasar, yang akan mendorong ekspor dan menciptakan peluang investasi baru di sektor-sektor utama.

Di tempat yang sama, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Tengku Zafrul mengatakan bahwa kesepakatan FTA dengan UEA menjadi perjanjian perdagangan bebas paling cepat diselesaikan, hanya 11 bulan saja. Jumlah perdagangan dua negara diperkirakan akan meningkat sekurang-kurangnya 60 persen dalam waktu lima tahun dengan adanya FTA itu. Malaysia selanjutnya akan melakukan perundingan FTA dengan negara anggota GCC lainnya yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi.*

READ  Malaysia, Saudi dan Singapura, Tujuan Utama Wisatawan Nasional di Semester 1 2024
Tags: FTAMalaysiaUEA
Previous Post

DPD RI Usul Dana Zakat untuk Program MBG

Next Post

Bagaimana Prediksi Keamanan Siber Tahun 2025 untuk Kawasan Asia Pasifik?

Next Post
KPK Tahan Dirut Insight Investama Terkait Investasi Fiktif Taspen

KPK Tahan Dirut Insight Investama Terkait Investasi Fiktif Taspen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Menurut Denny, perkembangan cadangan devisa Mei 2026 dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.

Posisi Cadangan Devisa Indonesia Terus Menurun Kini Jadi US$ 144,9 Miliar

8 Juni 2026 | 11:41
Dengan kehadiran The Royal Alana Yogyakarta yang memiliki 219 kamar, SWID optimistis dapat menangkap kebutuhan akomodasi dari kegiatan MICE secara lebih optimal. Hal ini karena kehadiran The Royal Alana memungkinkan perusahaan mengoptimalkan sinergi antara bisnis MICE dan akomodasi, yang selama ini sebagian kebutuhan kamarnya masih diserap oleh hotel di sekitar.

The Royal Alana Yogyakarta Hotel Bintang Lima SWID, Dibuka

26 Agustus 2026 | 11:34
“Kontol Sapi” Kue Unik Khas Banten, Mau Coba?

“Kontol Sapi” Kue Unik Khas Banten, Mau Coba?

17 Mei 2024 | 21:11
Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan MBG Ditutup Permanen

Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan MBG Ditutup Permanen

26 Agustus 2026 | 12:56
semen merah putih mou algaepark indonesia

Tekan Emisi Karbon Lewat MPTree, Semen Merah Putih Gandeng Algaepark Indonesia

23 Mei 2025 | 16:02
Atlit Paralimpiade Indonesia

Paralimpiade Paris 2024: Delapan Medali Disumbang Tim Para Badminton Indonesia

3 September 2024 | 09:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved