Jakarta, CoreNews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Al Khairiyah, KH Ali Mujahidin, menyampaikan pesan penuh makna dalam peringatan satu abad berdirinya Al Khairiyah. Dalam sambutannya di Gedung Serba Guna Universitas Al Khairiyah, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan perjuangan para pendiri bangsa dan memaknainya dengan aksi nyata.
“Kemerdekaan ini adalah buah dari perjuangan para pendahulu. Tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan itu dengan karya dan pengabdian,” ucapnya, Senin (5/5/2025). Ia menegaskan, rasa syukur atas kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab moral untuk membangun bangsa.
Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1925 dengan nama awal Syubanul Muslimin, Al Khairiyah menjelma menjadi lembaga pendidikan Islam yang konsisten mengusung visi kebangsaan dan keumatan. “Fokus kami sejak awal adalah pendidikan. Hari ini kita melanjutkan amanah kenabian, tugas besar sebagai khalifah di bumi,” ungkap pria yang akrab disapa Haji Mumu itu.
Menariknya, Al Khairiyah dikenal sebagai rumah besar yang merangkul berbagai golongan. Di dalamnya, kader dari berbagai ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga elemen lainnya hidup berdampingan tanpa memperdebatkan hal-hal furu’iyah seperti perbedaan dalam qunut. “Saat dunia sudah menciptakan mobil tanpa sopir, kita masih saja sibuk berdebat soal itu-itu lagi,” sindirnya tajam namun menggelitik, mengajak umat untuk lebih progresif.
KH Ali Mujahidin menegaskan, tantangan zaman menuntut Al Khairiyah terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. “Kita ini organisasi modern, tapi tidak akan melepaskan akar tradisi dan nilai,” ujarnya mantap.
Meski banyak tokoh Al Khairiyah berkiprah di dunia politik—dari Gerindra hingga PAN dan Golkar—KH Ali memastikan bahwa secara kelembagaan, Al Khairiyah tetap netral dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.
Selain pendidikan, ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi warga Al Khairiyah. Namun, ia mengingatkan bahwa kemandirian itu tidak boleh dilepaskan dari pembangunan karakter. “Pondasi utama adalah akhlakul karimah. Tanpa itu, kita hanya akan berjalan tanpa arah,” katanya.
Di akhir sambutannya, KH Ali Mujahidin menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar memberikan perlakuan adil kepada semua lembaga pendidikan, tanpa diskriminasi. “Kita semua punya tujuan yang sama: mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan di Al Khairiyah, kami bekerja di bawah naungan kalimatullah,” tutupnya.













